Sementara itu, narasumber kedua yakni Moch Faisol, menyebut penetapan hari pahlawan 10 November itu ditetapkan oleh presiden Soekarno pada Desember 1959. Namun, setahun sebelumnya sudah diperingati di Bali yang dimana muncul kata-kata terkenal dari Bapak Proklamaator tersebut. Dimana kutipannya adalah ‘Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya’.
“Sebenarnya kutipan aslinya adalah ‘Bangsa yang menghormati jasa pahlawannya adalah bangsa yang besar’. Kutipan itu mulai ada saat memperingati hari pahlawan di Bali pada 1958. Kemudian setahun setelah ditetapkanlah sebagai hari besar nasional yang bukan hari libur,” ucap Faishol.
Lebih lanjut, dirinya menceritakan saat Jepang masuk ke Jombang pada 6 Maret 1942. Sebelum Jepang menyerah akibat bom atom,saat itu Jepang sempat membentuk PETA atau Pasukan Pembela Tanah Air dibentuk 1943. Kemudian pada tahun 1944, barulah terbentuk laskar Hizbullah.
