Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
Opini

Keberagamaan Kosmopolit dan Kultural

Denny JA Yang Kukenal

Denny terlahir 4 Januari 1963. Beda sepuluh tahun lebih muda dibanding diri saya.

Namun prestasi intelektualnya jauh melampaui saya. Dia dikenal sebagai kolumnis yang sangat produktif, tulisannya tersebar di berbagai surat kabar Indonesia.

Sebelum melanjutkan studi ilmu sosial di Amerika Serikat program Master dan Doktor, Denny menyelesaikan studi Hukum di Universitas Indonesia. Dia dibesarkan dalam lingkungan keluarga muslim.

Pemikiran Djohan Effendi, Nurcholish Madjid, dan Dawam Rahardjo, saya kira banyak memengaruhi wawasan keislamannya karena sejak muda Denny akrab dengan lingkaran diskusi yang diselenggarakan oleh ketiga intelektual itu.

Bakat intelektual dan pemikiran kritisnya semakin terpupuk setelah dia meneruskan studi ke Amerika Serikat, menempuh program Master di bidang Public Administration di Pittsburg University (1994) dan program doktor di bidang politik di Ohio State University (2001).

Bagi Denny, masyarakat AS yang plural dan terbuka yang selalu memperjuangkan demokrasi serta sangat vokal membela hak-hak asasi manusia merupakan laboratorium sosial-kemanusiaan yang besar dan dinamis.

Ini yang membuat Denny terlatih untuk berpikir global dan menggunakan helikopter view dalam menatap lanskap kemanusiaan, termasuk aspek agama dan budaya.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita