Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL KEDIRI

Sektor Jasa Keuangan di Wilayah Kerja Kantor OJK Kediri Stabil dan Terjaga

Sejak Januari sampai dengan Juni 2023, Kantor OJK Kediri telah melaksanakan 35 kegiatan edukasi keuangan dengan total peserta sebanyak 5.100 orang dari kelompok pelaku UMKM, guru, pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum di wilayah eks-karesidenan Kediri-Madiun. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan OJK, perencanaan keuangan, SLIK, Fintech P2P Lending, alternatif pembiayaan, investasi di pasar modal, waspada investasi ilegal, dan kejahatan keuangan digital.

Pada tahun 2023, fokus peningkatan literasi keuangan adalah membangun literasi keuangan masyarakat daerah melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, perangkat desa, penggerak PKK desa, dan mahasiswa KKN dengan sasaran prioritas yaitu pelajar/santri, UMKM, penyandang disabilitas, dan masyarakat daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Dari kegiatan edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap fungsi dan tugas OJK serta terhindar dari penawaran investasi illegal maupun kejahatan keuangan digital.

OJK Kediri telah menerima layanan pengaduan konsumen sektor jasa keuangan sebanyak 164 pengaduan dengan 3 besar topik pengaduan terkait restrukturisasi/relaksasi kredit/pembiayaan (47 pengaduan), data SLIK (29 pengaduan), dan permintaan dokumen informasi produk (14 pengaduan).

Sedangkan berdasarkan jenis industri, sebagian besar dari pengaduan yang diterima berasal dari konsumen industri perbankan (73,17 persen) dan perusahaan pembiayaan (19,51 persen).

Selain memberikan layanan pengaduan konsumen, Kantor OJK Kediri juga memberikan layanan konsultasi melalui walk in dan telepon dengan total sebanyak 204 dan 39 layanan.

Sementara itu, layanan permintaan SLIK sejak Januari sampai dengan Juni 2023 tercatat sebanyak 2.849 layanan.

Perkembangan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah(TPKAD)

Hingga Juni 2023, di wilayah kerja Kantor OJK Kediri telah terbentuk 8 (delapan) TPAKD tingkat Kota/Kabupaten. OJK terus bekerjasama dengan seluruh Pemerintah Daerah terakit, serta Lembaga Jasa Keuangan dalam upaya mengakselerasi perluasan akses keuangan di daerah melalui beragam program edukasi   satu   rekening   satu   pelajar   (KEJAR),   simpanan   pelajar   (SIMPEL),   Laku Pandai, maupun penyaluran kredit/pembiayaan melawan rentenir.

Salah satu program unggulan yang tengah dikembangkan bersama dengan TPAKD Kabupaten Kediri yaitu melalui program pembangunan Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Desa Petungroto, Kabupaten Kediri serta TPAKD Kota Kediri melalui program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) yang memberikan penyaluran kredit kepada masyarakat Kota Kediri dengan bunga 2% per tahun yang dikenal dengan KURNIA atau Kredit Usaha Melayani Warga Kota Kediri bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UMTK Kota Kediri.

Melalui keberadaan TPAKD diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat terhadap layanan jasa keuangan sehingga peningkatan literasi dan inklusi keuangan dapat dilakukan secara merata dan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita