Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL KEDIRI

Sektor Jasa Keuangan di Wilayah Kerja Kantor OJK Kediri Stabil dan Terjaga

KEDIRI, KANALINDONESIA.COM: Otoritas  Jasa  Keuangan  Kediri  (OJK  Kediri)  menilai  kondisi Industri  Jasa  Keuangan  (IJK)  sampai  dengan  posisi  Mei  2023  dalam  kondisi  stabil dengan mencatatkan kinerja positif, likuiditas yang memadai dan profil risiko yang terjaga.

Perkembangan Sekror Perbankan

Kredit perbankan di wilayah OJK Kediri pada posisi Mei 2023 tumbuh 16,20 persen (yoy) menjadi sebesar Rp83,56 triliun. Sementara itu di tengah pengetatan likuiditas global, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami penurunan sebesar 0,26 persen (yoy) atau menjadi sebesar Rp93,65 triliun, sehingga LDR/FDR pada posisi Mei 2023 meningkat menjadi 89,23 persen. Namun demikian, kualitas kredit masih terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,39 persen.

Likuiditas industri perbankan posisi Mei 2023 dalam level yang memadai, tercermin pada cash ratio 10,82 persen. Sementara itu, permodalan perbankan di wilayah kerja OJK Kediri terjaga di level yang solid dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 47,65 persen.

OJK terus menjaga ketahanan perbankan terhadap ketidakpastian kondisi global salah satunya dengan memperkuat tata kelola melalui peningkatan kompetensi, penguatan manajemen, serta penerapan anti-fraud system dalam pelaksanaan kegiatan operasional.

Di tengah kondisi pasar keuangan yang bergerak dinamis, jumlah investor sektor Pasar Modal di wilayah kerja OJK Kediri posisi Mei 2023 menunjukkan peningkatan sebanyak 87.770 SID investor atau sebesar 24,10 persen (yoy) dari 364.122 investor pada Mei 2022 menjadi 451.890 investor pada Mei 2023. Peningkatan jumlah investor didominasi oleh peningkatan investor SBN dengan peningkatan sebesar 30,99 persen (yoy), diikuti oleh investor reksadana sebesar 25 persen (yoy), dan investor saham sebesar 21,41 persen (yoy).

Dengan beragamnya produk investasi yang tidak terbatas pada jual beli saham di sektor Pasar Modal, berakibat terhadap penurunan dari segi transaksi maupun kepemilikan saham. Hal ini tercermin nilai kepemilikan saham posisi Mei 2023 mengalami penurunan sebesar 8,88 persen (yoy) menjadi Rp3,13 triliun dibandingkan posisi Mei 2022. Tren nominal transaksi saham cederung menurun tercermin dalam 12 bulan terakhir, nilai transaksi saham menurun sebesar negatif 26,35 persen (yoy) dibandingkan dengan periode bulan Mei 2022 menjadi Rp1,58 triliun.

Perkembangan Sektor Industri Keuangan Non-Bank

Pada sektor asuransi, akumulasi pendapatan premi sektor asuransi jiwa dan asuransi umum di wilayah kerja OJK Kediri selama periode Januari sampai dengan Maret 2023 mencapai Rp240,43 miliar atau turun 24,79 persen untuk asuransi jiwa dan Rp330,05 miliar atau meningkat 2,72 persen untuk asuransi umum secara yoy. Nilai outstanding piutang perusahaan pembiayaan di wilayah kerja OJK Kediri posisi Mei 2023 mencapai Rp5.338 miliar atau tumbuh sebesar 5,34 persen (yoy). Profil risiko Perusahaan Pembiayaan masih terjaga dengan rasio non performing financing (NPF) gross sebesar 4,41 persen.

Total aset Lembaga Keuangan Mikro di wilayah kerja OJK Kediri mengalami peningkatan pada Kuartal 1 tahun 2023 yang tumbuh positif sebesar 2,18 persen yoy atau mencapai Rp115,63 miliar. Hal tersebut sejalan dengan pertumbuhan kredit LKM yang tercatat meningkat sebesar 8,14 persen secara yoy menjadi sebesar Rp82,65 miliar.

Sampai dengan posisi bulan Mei 2023, jumlah Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di wilayah Kantor OJK Kediri berjumlah 11 (sebelas), yang terdiri dari 7 (tujuh) LKM Konvensional dan 4 (empat) LKM Syariah Bank Wakaf Mikro.

Pelaksanaan Edukasi dan Pelindungan Konsumen

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita