Penyampaian pemikiran Tematis yang merupakan materi ceramah Firman Jaya Daeli berlangsung di hadapan beberapa Pejabat Utama Seskoal yang berpangkat Perwira Tinggi/Pati (Laksamana Muda/Laksda dan Laksamana Pertama/Laksma) dan Perwira Menengah/Pamen (Kolonel). Juga di hadapan ratusan Perwira Siswa (Pasis) Peserta Pendidikan Reguler (Dikreg) SESKOAL Angkatan Ke-61 Tahun Akademik 2023. Ratusan Pasis tersebut berpangkat Perwira Menengah yang berasal dari TNI AL, TNI AD, TNI AU, POLRI, dan sembilan (9) orang Pasis Tamu yang berasal dari beberapa Negara Sahabat, yaitu : Amerika Serikat, Arab Saudi, Australia, India, Malaysia, Pakistan, Philipina, Singapura, Srilanka. Firman Jaya Daeli menerima Penghormatan dan Laporan Pembukaan dan Penutupan Kegiatan Kuliah Umum dari Ketua Senat Pasis Dikreg SESKOAL.
Seminggu sebelumnya, pada hari Kamis, tanggal 13 Juli 2023, Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia menyampaikan konstruksi dan substansi Tematis yang sama di hadapan ratusan Akademisi, Ilmuwan, Intelektual, Cendekiawan, Mahasiswa Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Rektor UNHAS Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc mengundang Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia Firman Jaya Daeli untuk menjadi Pembicara (Dosen Tamu) dalam kegiatan Kuliah Umum (Kuliah Tamu) di UNHAS. UNHAS adalah Kampus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbesar dan tertua di kawasan Timur Indonesia.
Kegiatan Kuliah Umum Dipimpin dan Dibuka dengan Kata Sambutan oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNHAS Prof. Dr. Sukri, S.I.P., M.Si. Hadir dan aktif berdialog beberapa Akademisi, Ilmuwan, Intelektual, Cendekiawan, Mahasiswa UNHAS. Ada Prof. Dr. Darwis (Guru Besar dan Ketua Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP) ; Prof. Dr. Suparman (Guru Besar dan Wakil Dekan Bidang Riset, Inovasi, dan Kemintraan FISIP) ; Prof. Dr. Hasbi (Guru Besar dan Ketua Departemen Ilmu Sosiologi) ; Prof. Dr. Nurlinah (Guru Besar dan Akademisi Departemen Ilmu Pemerintahan) ; Drs. Andi Yakub, Ph.D (Akademisi dan Ketua Departemen Ilmu Politik) ; Dr. Tasrifin Tahara, M.A. (Akademisi dan Ketua Departemen Ilmu Antropologi).
Relasi ideologis dan strategis antara Negara Indonesia dengan Pembukaan UUD 1945, pada dasarnya berhakekat dan berintikan pada doktrin tentang eksistensi, posisi, fungsi, dan orientasi Negara Indonesia. Ada kandungan inti dan amanat utama mengenai sikap, pernyataan, dan kebijakan Negara Indonesia yang fundamental ideologis strategis. Ada sikap, pernyataan, dan kebijakan kerakyatan, kebangsaan, dan kenegaraan. Pemaknaan atas hakekat hubungan ideologis dan strategis konstitusional kenegaraan tersebut pada dasarnya mengukuhkan dan menumbuhkan Negara Indonesia. Pada gilirannya menentukan dan mengembangkan Politik Bernegara Indonesia.
Sikap, pernyataan, dan kebijakan yang fundamental ideologis strategis tersebut mengenai tugas luhur dan tanggungjawab mulia untuk menyatakan, menjaga, merawat, dan memaknai Kemerdekaan. Kemudian sikap, pernyataan, dan kebijakan penolakan, penentangan, dan perlawanan terhadap penjajahan. Keseluruhan kandungan ideologis dan amanat ketentuan tersebut dikaitkan dan diletakkan dalam kerangka ideologi dan Nilai-Nilai strategis kemanusiaan dan keadilan. Perspektif tersebut di atas menganut atmosfir dan mengandung Nilai-Nilai Pancasila. Dijiwai, disemangati, disinari, diterangi, dan dituntuni atmosfir Sistem Nilai Pancasila.
