“Penanganan Kebencanaan hingga penanganan sosial merupakan salah satu bentuk aksi nyata Pilar Sosial yang bekerja tanpa mengenal lelah dan waktu membantu masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinsos Provinsi Jati, Restu Novi Widiani menambahkan, acara Sapa Pilar Kesejahteraan Sosial ini merupakan acara silaturahmi untuk para pilar sosial yang pertama digelar sejak tahun 2019.
“Mudah-mudahan kangen Bapak-Ibu pilar sosial dengan ibu Gubernur hari ini terobati. Ibu Gubernur sengaja menggelar acara yang meriah seperti ini untuk membahagiakan teman-teman pilar sosial,” harapnya.
Perhatian yang diberikan Gubernur Khofifah sangat disyukuri oleh pilar sosial. Salah satunya, Sunardi, Pendamping PKH dari Kab. Kediri. Dia mengaku sangat senang dan bangga, karena menurutnya mengentaskan kemiskinan adalah pekerjaan yang tidak mudah dan tidak singkat, penuh perjuangan dan semangat yang totalitas. Ini adalah pekerjaan semua sektor, tidak bisa satu per satu. Semua pihak harus turut serta.
“Dengan apresiasi dari ibu Gubernur membuat saya sangat semangat sekali. Karena kerja keras kami dapat apresiasi dan perhatian dari pimpinan kami,” tukas Sunardi yang jadi pendamping PKH sejak 2011 ini.
Senada, Koordinator TKSK Kab. Pacitan, Jemi Darmawan merasa sangat bangga dengan kepemimpinan Gubernur Khofifah yang luar biasa dan sangat perhatian dengan relawan seperti dirinya.
“Ini luar biasa, bentuk perhatian dan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Sehingga ketika melakukan pergerakan di lapangan kami jadi lebih semangat lagi karena mendapatkan perhatian dari ibu kami, yaitu ibu Gubernur Khofifah,” papar Jemi yang jadi TKSK sejak 2009 dan pernah menjadi TKSK Teladan tingkat nasional tahun 2018. (ari)
