Fernando Bawa Sajam Panjang untuk Tawuran antar Gengster di Suramadu

Editor : ANOM - Senin, 15 Januari 2024 - 18:04 WIB

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Fernando Ardiansyah bin Iwan (19), warga Jalan Kedinding Tengah 5/23 Surabaya harus menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (15/1/2023). Ia diadili karena membawa senjata tajam untuk tawuran.

Dua saksi penangkap bernama Anto Ibnu Nugroho dan Bayu Surya Puryanto dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada persidangan di ruang Kartika 1 PN Surabaya dengan beragendakan keterangan saksi. Keduanya menceritakan kejadian saat itu.

Anto menjelaskan, bahwa pihaknya sudah mengetahui tentang adanya tawuran antara All Star Suzuran Surabaya melawan team Guk Guk Guk official di Suramadu. Pihaknya langsung langsung menuju koleksi di sisi Selatan gang kecil di kampung Kelurahan Kapas Madya Baru Surabaya sudah berkumpul geng All Star Suzuran sebanyak 40 orang dan membawa senjata tajam, kayu, batu dan peralatan lainnya.

Baca Juga :  Pj Wali Kota Kediri Hadiri Peringatan Hari Disabilitas Internasional, Ingatkan Untuk Miliki Cita-Cita yang Tinggi-kanalindonesia

Sementara di sisi Utara seberang Jalan Raya Kedung Cowek Surabaya berkumpul geng Guk Guk Guk official sebanyak 50 orang dan membawa senjata tajam seperti celurit, pedang samurai, golok, kayu, batu dan lainnya. Nah, saat pihaknya ke lokasi melihat terdakwa yang sudah memegang celurit dengan panjang 145 cm yang diayunkan ke atas.

“Kami tahun dari media sosial (medsos terkait adanya tawuran di Suramadu. Saat aplikasi sudah ada dua geng yang sudah berkumpul dan terdakwa mengayunkan celurit sepanjang 145 cm kepada lawannya. Kami menangkap 7 orang dan terdakwa yang membawa senjata tajam yaitu celurit panjang 145 cm,” kata Anton.

Terkait keterangan saksi, terdakwa membenarkannya. “Benar Yang Mulia. Saat itu saya baru bergabung dengan geng All Star Suzuran Surabaya. Saya beli celurit ini dibeli dari online seharga Rp 500 ribu dan tujuannya untuk pajangan rumah atau hiasan rumah Yang Mulia,” ucap Fernando.

Baca Juga :  Danseskoal Tinjau Pemasangan Palang Pintu Perlintasan Kereta Api

Menurut Deddy, kejadian itu, pada hari Kamis, 12 Oktober 2023 sekitar pukul 04.00 Wib di Jalan Kedung Cowek, Kecamatan Tambaksari Surabaya. Terdakwa menguasai dan menggunakan senjata tajam jenis celurit yang berukuran panjang 145 cm tanpa disertai surat izin dari pihak berwenang.

“Perbuatan terdakwa tersebut dapat mengancam keselamatan dan keamanan warga setempat. Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951,” tutup Deddy. **

Reporter: Ady_kanalindonesia.com

Share :

Baca Juga

KANAL NEWS

Danseskoal Tinjau Pemasangan Palang Pintu Perlintasan Kereta Api
SUNARTO ketua DPRD Ponorogo

KANAL JATIM

Tanggapi Keluhan Masyarakat, DPRD Ponorogo Pertanyakan Kajian Akademis dan Dampak Pemberlakukan Satu Arah di Beberapa Jalan Protokol

KANAL JATIM

Jika Ada Temuan Kecurangan Dalam Pemilu 2024, Lapor Bawaslu RI atau ke MK -kanalindonesia

KANAL HUKUM

Polda Jateng Amankan 52 Kg Sabu dan 35.000 Ekstasi-kanalindonesia

KANAL JATIM

Ning Sasha Ajak Orang Tua Dukung Sub PIN Polio Putaran Kedua -kanalindonesia

KANAL KEDIRI

Usung Tema Aktivis Preuner, Pengurus DPD KNPI Kota Kediri Resmi Dilantik-kanalindonesia

KANAL KEDIRI

Jaring Aspirasi Anak, Pemerintah Kota Kediri Adakan Musrenbang Tematik Anak-kanalindonesia

KANAL PACITAN

Harga Beras Tinggi, Bulog dan Pemkab Pacitan Bentuk Tim Satgas Pangan-kanalindonesia