YPTA Surabaya Gelar Pelatihan Pencegahan dan Penyelamatan Kebakaran

- Editor

Rabu, 21 Februari 2024 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Untuk melatih sigap tanggap dalam pencegahan dan penyelamatan kebakaran telah dilakukan Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya. Pelatihan yang diselenggarakan di Gedung Graha Prof. Dr. H. Roeslan Abdulgani ruang Q210 diikuti oleh 99 peserta dari berbagai unit di tiga satuan lembaga SMP, SMA dan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.

Dalam pelatihan yang melibatkan Dinas Kebakaran Kota Surabaya dihadiri pimpinan YPTA Surabaya dan Untag Surabaya.

Ketua YPTA Surabaya, J. Subekti, S.H., M.M. menyampaikan bahwa YPTA memperhatikan manajemen risiko di seluruh tiga satuan Pendidikan. Salah satu program yang dilaksanakan oleh YPTA adalah manajemen risiko.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hal ini mencakup pengelolaan keselamatan kerja yang merupakan bagian dari upaya pencegahan kebakaran untuk membantu kita semua memahami informasi tentang kelengkapan keselamatan kerja dan langkah-langkah pencegahan kebakaran,” ujar Subekti.

Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag), Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, M.M., CMA., CPA., menambahkan pentingnya kenyamanan dan keamanan bagi seluruh elemen yang terlibat di dalam lingkungan Untag Surabaya.

“Untag Surabaya memiliki lebih dari 15.000 mahasiswa yang berasal dari Sabang hingga Merauke. Oleh karena itu, Untag harus memberikan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh elemen yang terlibat di dalam lingkungan Untag Surabaya, salah satunya melalui pelatihan pencegahan kebakaran yang diinisiasi oleh YPTA,” ujar Prof. Nugroho.

Baca Juga :  Bus Pahala Kencana Terbakar Hebat di Tol Jombang-Mojokerto, Begini Kronologinya

Pelatihan ini diinisiasi oleh Direktorat Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dipimpin oleh Eddy Wahyudi, S.H., M.Si. bertujuan pentingnya kerja sama tim terutama dalam situasi mendesak.

“Pelatihan ini dilakukan selain pemenuhan sertifikasi Laik Fungsi yang dilakukan dua tahun sekali, kita juga harus memiliki kerja sama tim yang baik agar dapat menyelesaikan segala permasalahan dengan tepat, termasuk dalam penanganan kebakaran,” ujarnya.

Acara ini terbagi menjadi tiga sesi, sesi penyampaian materi, sesi tanya jawab dan sesi praktik lapangan.

Sesi materi disampaikan oleh Kepala Bidang Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Drs. M. Mundir. Materi yang diusung tentang Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG).

“Meski kebakaran bukanlah hal yang kita inginkan namun kita harus memiliki pengetahuan pencegahan serta penanganan kebakaran meskipun secara sederhana,” ujarnya.

Selain itu, Mundir juga menjelaskan bagaimana penempatan alat kebakaran yang benar, apa saja yang harus dilakukan jika terjadi kebakaran, evakuasi kebakaran serta penanganan pasca kebakaran. Selama sesi praktik lapangan, seluruh peserta menunjukkan antusiasme dalam mengikuti pelatihan yang dipandu oleh tiga anggota Dinas Pemadam Kebakaran.

Baca Juga :  Hasil Temuan Mamin Kadaluarsa di Jombang Dibawa BPOM, PJ Bupati Tegaskan Bakal Ditindaklanjuti

Karmani bertindak sebagai koordinator di lapangan, didukung oleh Pieter Huliselan dan Endang. Para peserta diminta untuk langsung melakukan praktik pemadaman api menggunakan berbagai alat, termasuk karung basah sebagai alat tradisional, serta menggunakan tabung pemadam api (apar).

Usai acara, Mundir mengaku kegiatan yang digelar oleh Yayasan adalah bentuk yang tepat untuk tanggap dalam menangani kejadian yang urgensi, selain itu Mundir juga menuturkan rasa terima kasih karena YPTA Surabaya telah mengundang Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya dalam menjelaskan informasi terkait pencegahan dan penyelamatan kebakaran.

“Kegiatan yang sangat luar biasa, terima kasih kepada Yayasan dan Rektorat serta seluruh elemen yang terlibat karena sudah berkenan serta memberi kepercayaan kepada kami untuk memberikan informasi serta pelatihan kebakaran,” ujarnya saat diwawancara.

Selain itu Mundir juga mengapresiasi manajemen gedung Untag surabaya yang menurutnya sudah memenuhi standar ketentuan dalam Pembangunan Gedung yaitu ada pintu exit, jalur evakuasi, dan titik kumpul serta alat apar yang memenuhi standar keselamatan Nasional. **

Reporter: Ady_kanalindonesia.com

Berita Terkait

Winadi, Tokoh Muda Cirebon Siap Pimpin Kabupaten Cirebon ke Arah Lebih Baik
Ya Allah… Diknas Jatim Tak Mau Tanggung Jawab Membayar BPJS GTT dan PNPNSD
Gempa Berkekuatan Mag5.0 Guncang Tuban
20 Peserta Seleksi Komisioner KPU Ponorogo Dinyatakan Lolos, Ini Tahapan Selanjutnya
Kapolres Kediri Apresiasi Pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2024 Berjalan Lancar
Kolaborasi Kenneth Trevi dan Miben Voice di Album Superkids “Anti Bully” Angkat Potensi Bukit Terbang Parang Tejo
Puluhan Peserta Mudik Balik Gratis Diberangkatkan, Bupati Ponorogo: Masih ada 3 Bus
Hasil Temuan Mamin Kadaluarsa di Jombang Dibawa BPOM, PJ Bupati Tegaskan Bakal Ditindaklanjuti

Berita Terkait

Rabu, 17 April 2024 - 19:20 WIB

Winadi, Tokoh Muda Cirebon Siap Pimpin Kabupaten Cirebon ke Arah Lebih Baik

Rabu, 17 April 2024 - 18:16 WIB

Ya Allah… Diknas Jatim Tak Mau Tanggung Jawab Membayar BPJS GTT dan PNPNSD

Rabu, 17 April 2024 - 15:56 WIB

Gempa Berkekuatan Mag5.0 Guncang Tuban

Rabu, 17 April 2024 - 14:30 WIB

20 Peserta Seleksi Komisioner KPU Ponorogo Dinyatakan Lolos, Ini Tahapan Selanjutnya

Rabu, 17 April 2024 - 13:39 WIB

Kapolres Kediri Apresiasi Pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2024 Berjalan Lancar

Rabu, 17 April 2024 - 11:31 WIB

Kolaborasi Kenneth Trevi dan Miben Voice di Album Superkids “Anti Bully” Angkat Potensi Bukit Terbang Parang Tejo

Rabu, 17 April 2024 - 11:31 WIB

Puluhan Peserta Mudik Balik Gratis Diberangkatkan, Bupati Ponorogo: Masih ada 3 Bus

Rabu, 17 April 2024 - 11:14 WIB

Hasil Temuan Mamin Kadaluarsa di Jombang Dibawa BPOM, PJ Bupati Tegaskan Bakal Ditindaklanjuti

KANAL TERKINI

KANAL JATIM

Gempa Berkekuatan Mag5.0 Guncang Tuban

Rabu, 17 Apr 2024 - 15:56 WIB