Di Babilonia tersebut yang diyakini sebagai tempat kelahiran Nabi Ibrahim didirikan sebuah masjid. Pasalnya diyakini dalam beberapa riwayat, di sana juga merupakan rumah yang sempat ditinggali Nabi Ibrahim semasa hidupnya.
“Kelahiran Nabi Ibrahim di tengah-tengah peradaban yang maju menjadi landasan bagi peran pentingnya dalam menyebarkan ajaran tauhid. Kelahirannya di Babilonia, membuat Nabi Ibrahim harus berdakwah di dunia yang penuh dengan penyembahan berhala dan menghadapi pemimpin yang zalim,” ujar Khofifah.
Nabi Ibrahim diceritakan dalam Alquran hidup pada zaman Raja Namrud. Pada masa itu, masyarakat Mesopotamia hidup dalam masa jahiliyah, mereka banyak menciptakan patung-patung untuk disembah.
Sedangkan saat itu, Raja Namrud telah memerintah Babilonia selama 400 tahun, dan masa pemerintahannya yang panjang ini membuatnya menjadi sosok yang penuh kesombongan. Bahkan sampai-sampai ia mengklaim dirinya sebagai Tuhan.
“Saat pemerintahan Raja Namrud, Dia pernah bermimpi tentang adanya seorang anak yang akan menggulingkannya dari tahtanya, sehingga dia memerintahkan pembunuhan semua bayi laki-laki yang lahir pada saat itu,” terang Khofifah.

