Namun, orang tua Nabi Ibrahim menyembunyikan putranya dalam sebuah gua untuk melindunginya dari ancaman tersebut.
Kisah Nabi Ibrahim dan Raja Namrud yang zalim ini banyak disebutkan dalam Al Quran, terutama dalam beberapa surat seperti Al-Baqarah, Al-An’am, Al-Anbiya, Asy-Syura, Ibrahim, dan Hud.
“Nabi Ibrahim dalam berdakwah adalah menghancurkan berhala-berhala masyarakat jahiliyah saat itu. Ini termasuk berhala yang dimiliki oleh Raja Namrud. Tindakan ini membuat Raja Namrud sangat marah, dan dia memerintahkan agar Nabi Ibrahim dihukum dengan cara dibakar hidup-hidup,” kata Khofifah.
Namun, dengan perlindungan Allah, Nabi Ibrahim tidak terbakar oleh api yang dinyalakan untuk membakarnya selama 40 hari. Dalam Alquran Surat Al Anbiya ayat 69, Allah berfirman: _Kami (Allah) berfirman, “Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim!”_
“Meskipun Nabi Ibrahim mengalami pembakaran selama 40 hari, keajaiban terjadi saat ia sama sekali tidak mengalami luka bakar. Ini adalah bukti nyata atas pertolongan Allah yang luar biasa, yang memperlihatkan kuasa-Nya yang tak terbatas. Bahkan, dalam momen tersebut, banyak hewan juga turut membantu memadamkan api yang mengelilingi Nabi Ibrahim,” urai Khofifah.

