Setelah api berhasil dipadamkan, kaum Kaldan yang sebelumnya sombong dan menganggap diri mereka kuat, akhirnya tertunduk malu. Mereka harus menerima kekalahan yang begitu telak. Meskipun mereka telah mencoba membakar Nabi Ibrahim selama 40 puluh hari, nyatanya mereka tidak mampu menyakiti atau mengalahkannya.
Meskipun telah menyaksikan mukjizat ini secara langsung, hanya sedikit orang yang mengakui kebenaran dan kebesaran Tuhan yang diyakini oleh Nabi Ibrahim. Raja Namrud dan para pengikut setianya tetap sombong dan menolak untuk menerima ajaran yang benar.
Perdebatan antara Nabi Ibrahim dan Raja Namrud juga terjadi ketika Nabi Ibrahim dan rakyat Babilonia datang ke istana untuk meminta makanan dari Raja Namrud. Meskipun dalam perdebatan itu Raja Namrud kalah, Nabi Ibrahim pulang dengan tangan hampa. Namun, Allah memberinya rezeki yang lebih baik dan berlimpah.
Raja Namrud akhirnya mendapatkan azab dari Allah, termasuk serangan pasukan lalat atau nyamuk yang menyebabkan penderitaan bagi dirinya dan pengikutnya. Ini adalah contoh yang sangat kuat tentang bagaimana Allah SWT melindungi para nabi-Nya dan menghukum orang-orang yang zalim.
“Semoga kita bisa meneladani keberanian Nabi Ibrahim dalam memerangi kemunkaran. Ketaqwaan dan keimanan Nabi Ibrahim menjadi nyala api yang membuat nya berani untuk memerangi yang bathil dan berjalan membela agama Allah,” pungkas Khofifah.
(WA)

