Ada Apa Dengan Undangan Sekda Sidoarjo, JCW : Dugaan Kita Ada Konspirasi Antar Pejabat
SIDOARJO,KANALIMDONESIA.COM : Kemarin, pada Minggu pagi (29/6) Sekretaris Sidoarjo mengundang sejumlah pejabat daerah, termasuk Bupati dan Wakil Bupati yang bertempat di Rumah Makan Tji Poek DW, Jalan Sunandar Priyo Sudarmo Sidoarjo, Jawa Timur. Pertemuan tersebut menjadi sorotan banyak orang. Sebab, kegiatan tersebut menggunakan anggaran dari APBD Kabupaten Sidoarjo.
Hal tersebut mendapat sorotan dari lembaga pemantau korupsi Java Coruption Watch (JCW), kami menduga ada konspirasi jahat dengan pertemuan tersebut. Senin (30/06/2025).
“Silaturahmi pejabat tidak ada masalah, Bu Sekda Sidoarjo sendiri belum menyampaikan pernyataan resmi kaitannya agenda pertemuan itu secara spesifik. Di undangan itu hanya tertera forum silaturahmi saja. Kalau forum silaturahmi kan, penjabarannya luas, harus melihat dulu siapa yang diundang dan maksud serta tujuan dari kegiatan itu,” tandas Sigit.
Berbagai spikulasi muncul di permukaan, yang tertuju pada momen itu. Kami berharap forum ini menghasilkan keputusan yang baik. Jangan sampai membuka kotak pandora baru dalam dinamika politik lokal.
Itu tak lazim, kata Sigit, seorang Sekda mengadakan acara silaturahmi dirumah makan, dengan mengundang Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD,Pimpinan Dewan dan semua Fraksi Partai DPRD Sidoarjo. Fungsinya Sekda itu apa ? ini yang menjadi tanda tanya besar bagi kami, kewenangannya kebablasan, Sekda tidak boleh terlalu masuk kedalam urusan partai politik, walaupun Sekda kepanjangan tangan Bupati,” lanjut Sigit.
“Ini menjadi Preseden buruk buat Sidoarjo ketika acara resmi Pemerintahan dilaksanakan pada hari Minggu, diluar hari efektif, dugaan kami acara itu hanya menghambur-hamburkan uang saja. Jelas ini bersebrangan dengan instruksi presiden, tentang efisiensi anggaran. Kami mendapatkan informasi bahwa tujuan acara tersebut. Bupati melakukan deal deal politik dengan DPRD untuk meloloskan RPJMD dengan memberikan kebebasan DPRD mendapatkan Pokir, BK, kenapa tidak dari awal biar tidak gaduh, dan ini adalah bagian dari teori konspirasi politik pemufakatan jahat,” tutup Sigit.






















