Pagi Penuh Cahaya: Mahasantri Pesma Al Manar Gelombang 8 Hidupkan Spirit Al-Qur’an dan Kebersamaan

ARSO 15 Jul 2025
Pagi Penuh Cahaya: Mahasantri Pesma Al Manar Gelombang 8 Hidupkan Spirit Al-Qur’an dan Kebersamaan

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Di tengah musim bediding yang menusuk tulang, saat sebagian besar orang masih nyaman berselimut, suasana berbeda justru terasa di Masjid Pesma Al Manar Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Dingin yang menggigit tak menyurutkan semangat Mahasantri putri Gelombang 8 untuk memulai hari dengan lantunan ayat suci dalam kegiatan Ngaji Subuh Bersama. Kegiatan ini sebagai bagian dari pembinaan spiritual yang menguatkan karakter dan semangat menjalani hari sejak pagi.

Ngaji Subuh dilaksanakan secara berkelompok, terdiri dari 10 kelompok yang mencakup seluruh 97 Mahasantri Gelombang 8. Masing-masing kelompok membaca seluruh surat dalam Juz 30, dari An-Naba’ hingga An-Nas. Meski dibaca secara serempak, suasana masjid dipenuhi harmoni bacaan yang berlapis, tertata, dan penuh kekhusyukan. Metode ini tidak hanya menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, tapi juga mempererat kerja tim, melatih kedisiplinan, dan menumbuhkan tanggung jawab bersama sebagai wujud ukhuwah Islamiyah.

Kegiatan ini dimulai tepat setelah salat Subuh berjamaah dan berlangsung hingga menjelang apel pagi pada pukul 05.45 hingga 06.00 WIB. Apel menjadi bagian dari pembukaan aktivitas harian santri, momen untuk menyatukan niat, menjaga semangat, serta menerima pengarahan dari para mudabbiroh.

Berbeda dari hari-hari biasa yang diisi dengan kegiatan kelas, Ahad pagi di Pesma Al Manar dirancang menjadi ruang pembinaan karakter yang dinamis. Selain Ngaji Subuh Bersama, tiap Ahad paginya (dalam kurun waktu satu bulan) para Mahasantri mengikuti Pengajian Ahad Pagi Al Manar UMPO, kegiatan outbond untuk mempererat kebersamaan, serta kerja bakti sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan pesantren.

Pesma Al Manar berkomitmen mencetak mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam spiritualitas, karakter, dan jiwa kepemimpinan. Kegiatan seperti Ngaji Subuh Bersama menjadi bagian dari ikhtiar menanamkan nilai-nilai Islam yang menyeluruh dengan mencintai Al-Qur’an, hidup dalam kebersamaan yang tertib, dan tumbuh dalam budaya kolektif yang mendidik.

Diharapkan, seluruh nilai positif ini dapat terus dibawa Mahasantri ke dalam kehidupan sehari-hari baik di tengah keluarga, lingkungan kampus, maupun masyarakat sebagai wujud kontribusi nyata generasi muda Islam yang tangguh dan membawa dampak manfaat luas.

Rihan Dwidarmawati