KPK Usut Aliran Dana Suap Ade Kuswara ke Sejumlah Pejabat Bekasi

ist
JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan penyebaran uang suap dari Bupati nonaktif Bekasi, Ade Kuswara Kunang, kepada sejumlah anak buahnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Penyidik meyakini bahwa aliran dana tersebut berkaitan dengan kasus dugaan suap ijon proyek yang menjerat Ade dan ayahnya, HM Kunang.
Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu, menyatakan bahwa penyidik sedang menelusuri peran beberapa pejabat daerah yang diduga menerima atau membantu mendistribusikan uang tersebut.
KPK menduga uang suap dari pihak swasta tidak hanya berhenti di tangan Ade, tetapi juga mengalir ke berbagai pihak untuk memuluskan proyek-proyek tertentu.
“Kami sedang mendalami informasi mengenai adanya uang yang mengalir dari tersangka AK (Ade Kuswara) ke beberapa orang di bawahnya (anak buah). Kami akan terus menelusuri siapa saja yang terlibat dalam rantai distribusi uang tersebut,” ujar Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Hingga saat ini, tim penyidik telah memanggil sejumlah saksi dari unsur birokrasi Pemkab Bekasi untuk memberikan klarifikasi.
Selain memeriksa saksi, KPK juga menyita berbagai dokumen dan bukti elektronik guna melacak jejak transaksi keuangan yang mencurigakan.
Kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK terkait dugaan suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi. Dalam perkara tersebut, Ade Kuswara diduga menerima komitmen fee hingga miliaran rupiah dari kontraktor untuk menjanjikan paket pekerjaan pada tahun anggaran mendatang.
KPK menegaskan akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap keterlibatan pihak lain. Lembaga antirasuah tersebut berkomitmen menindak tegas siapa pun yang terbukti menikmati atau mengelola uang hasil korupsi tersebut.






















