Dalam keseluruhan proses ini, TPS mendukung melalui pengamanan area, penyediaan akses, serta data operasional dan rekaman sistem yang diperlukan.
Pengendalian peredaran tumbuhan dan satwa liar menjadi hal yang krusial mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia.
Upaya ini penting untuk mencegah kepunahan spesies dilindungi, menjaga keseimbangan ekosistem, serta menghindari penyebaran penyakit dan hama yang dapat berdampak luas. Selain itu, pengendalian TSL juga merupakan bagian dari komitmen Indonesia terhadap perjanjian internasional serta upaya mencegah kerugian ekonomi akibat perdagangan ilegal.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menyampaikan bahwa sinergi lintas instansi menjadi kunci dalam menciptakan sistem pengawasan yang efektif di pelabuhan.
“TPS sebagai operator terminal petikemas memiliki posisi strategis dalam rantai logistik. Kami berkomitmen untuk terus mendukung instansi terkait melalui penyediaan sistem, fasilitas dan proses operasional yang terintegrasi, guna memastikan pengawasan berjalan optimal sekaligus mendukung perlindungan sumber daya alam hayati Indonesia,” ujarnya.
Melalui penguatan kolaborasi, integrasi sistem dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, diharapkan pengendalian peredaran tumbuhan dan satwa liar di Pelabuhan Tanjung Perak dapat berjalan semakin efektif, serta mempertegas peran pelabuhan sebagai garda terdepan dalam perlindungan lingkungan dan penegakan hukum di sektor logistik
nasional. (SNT)

