Upaya lainnya dilakukan melalui pengembangan dan perluasan akses terhadap ruang terbuka publik. Bersama DPRD Kota Bogor, Pemkot mendorong pemanfaatan ruang publik sebagai tempat berolahraga sekaligus membangun budaya hidup aktif di tengah masyarakat.
Berbagai kebijakan tersebut, menurut Dedie, turut memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas hidup warga Kota Bogor.
Ia menyebut angka harapan hidup masyarakat Kota Bogor kini mencapai 76,24 tahun, atau berada di atas rata-rata nasional. Capaian tersebut juga ditopang oleh penurunan angka kematian bayi.
“Saat ini Alhamdulillah angka harapan hidup Kota Bogor itu di 76,24 tahun. Jadi di atas rata-rata nasional. Tentu tadi ditunjang juga oleh menurunnya tingkat kematian bayi,” katanya.
Dedie menilai capaian tersebut bukan hasil dari satu kebijakan semata. Peningkatan kualitas kesehatan masyarakat merupakan proses panjang yang membutuhkan kesinambungan program dan keterlibatan banyak pihak.
Menurutnya, dukungan DPRD, kebijakan pemerintah yang tepat, serta partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan program kesehatan dapat memberikan manfaat nyata.
“Proses-prosesnya tentu sangat kompleks, melibatkan berbagai unsur dan tentu ada juga kebijakan yang tepat dilakukan oleh pemerintah disupport oleh DPRD. Jadi insyaallah kebersamaan ini menjadi kolaborasi dan sinergi semua pihak akan membuat langkah-langkah yang lebih baik lagi menjadi lebih terasa oleh masyarakat,” ungkapnya.
Potensi Kota Bogor sebagai daerah percontohan dalam penguatan perilaku hidup sehat juga semakin terbuka. Dalam forum tersebut, sejumlah pihak dari kalangan swasta, komunitas, hingga Badan Pangan menyatakan ketertarikannya untuk menjadikan Kota Bogor sebagai salah satu lokasi pilot project.

