Peluang tersebut langsung disambut positif oleh Dedie. Ia menyatakan Pemkot Bogor terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi yang dapat memperkuat program kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, memberikan apresiasi terhadap sejumlah kebijakan yang telah diterapkan Pemkot Bogor.
Maria menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian diseminasi hasil Joint External Review Promosi Kesehatan yang dilakukan secara independen dengan dukungan UNICEF.
Review tersebut dilakukan untuk melihat berbagai faktor yang memengaruhi status kesehatan masyarakat, mulai dari kelompok ibu hamil hingga lanjut usia.
Menurut Maria, upaya membangun perilaku hidup sehat harus dilihat dari berbagai aspek. Tidak hanya menyangkut kemampuan individu dalam menerapkan pola hidup sehat, tetapi juga peran komunitas, lingkungan yang mendukung, hingga kebijakan publik yang konsisten.
Ia menilai langkah yang dilakukan Kota Bogor menjadi salah satu contoh bagaimana kebijakan pemerintah daerah dapat berperan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung masyarakat untuk menjalankan perilaku hidup sehat.
“Terhadap kemampuan individu dalam hal mengadopsi perilaku-perilaku hidup sehat. Dari sisi komunitas yang aktif untuk melakukan perilaku hidup sehat dan menyebarkannya. Dari sisi enabling environment dan dari sisi public policy, seperti yang dilakukan Pak Wali Kota Bogor di sini, yang secara konsisten menerapkan juga kebijakan-kebijakan yang diterapkan,” ungkap Maria.
Dengan berbagai kebijakan tersebut, Kota Bogor kini tidak hanya berupaya mempertahankan capaian kesehatan masyarakat, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas agar budaya hidup sehat dapat tumbuh menjadi gerakan bersama.

