Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BANDUNG

Jangan Berhenti di Atas Kertas! Tokoh Pemuda KBB Desak Perda Kepemudaan Segera Direalisasikan

Jangan Berhenti di Atas Kertas! Tokoh Pemuda KBB Desak Perda Kepemudaan Segera Direalisasikan

Ketiga, penyediaan fasilitas dan ruang kreativitas. Ia menilai pemuda membutuhkan sarana untuk mengembangkan bakat, membangun jejaring, berinovasi, dan menghasilkan karya. Gagasan mengenai Gedung Pemuda atau Youth Center juga menjadi salah satu hal yang perlu dikaji sebagai ruang pengembangan potensi generasi muda.

Penyediaan fasilitas tersebut, lanjutnya, perlu memperhatikan pemerataan akses di wilayah Bandung Barat bagian selatan, tengah, maupun utara agar kesempatan pengembangan diri tidak hanya terpusat di kawasan tertentu.

Keempat, pelibatan pemuda dalam pembangunan daerah. Pemkab dan DPRD KBB diminta membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi generasi muda dalam menyampaikan gagasan, memberikan masukan, serta mengawal kebijakan publik.

Bagi Roni, pemuda semestinya ditempatkan sebagai mitra strategis pembangunan, bukan sekadar kelompok yang dilibatkan ketika pemerintah menyelenggarakan kegiatan seremonial.

MENAGIH KEBERPIHAKAN, BUKAN SEKEDAR PERINGATAN

Roni berharap peringatan Sumpah Pemuda tahun ini menjadi titik evaluasi bagi seluruh pemangku kepentingan di Bandung Barat untuk melihat kembali kebutuhan dan masa depan generasi muda.

Ia menekankan bahwa pembangunan kepemudaan tidak bisa dibebankan hanya kepada organisasi pemuda. Pemerintah daerah, DPRD, dunia pendidikan, sektor usaha, dan elemen masyarakat perlu membangun kolaborasi agar program yang dijalankan benar-benar menjawab persoalan di lapangan.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan kepemudaan semestinya dapat diukur melalui hasil yang konkret, mulai dari meningkatnya keterampilan dan kesempatan berusaha, terbukanya ruang kreativitas, hingga semakin luasnya keterlibatan pemuda dalam proses pembangunan.

“Kalau pemerintah daerah serius menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas, pembangunan kepemudaan harus menjadi bagian penting dari kebijakan daerah. Pemuda KBB tidak membutuhkan obral janji, tetapi program nyata yang bisa dirasakan manfaatnya,” pungkasnya.

Momentum Sumpah Pemuda ke-98 pun menjadi pengingat bahwa semangat persatuan yang diwariskan para pendahulu perlu diteruskan melalui kebijakan yang memberi ruang bagi generasi muda untuk tumbuh, mandiri, dan berkontribusi.

Kini, tindak lanjut Perda Pembangunan Kepemudaan menjadi salah satu isu yang perlu mendapat perhatian bersama. Publik, khususnya kalangan pemuda, berkepentingan mengetahui sejauh mana regulasi tersebut telah dijalankan, program apa yang sudah direalisasikan, serta bagaimana keberlanjutannya dalam agenda pembangunan Kabupaten Bandung Barat.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita