Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL GRESIK

Sulap Barang Bekas Jadi Prakarya, Siswa UPT SMP Negeri 12 Gresik Siap Bekompetitif Di Masa Yang Akan Datang

Sulap Barang Bekas Jadi Prakarya, Siswa UPT SMP Negeri 12 Gresik Siap Bekompetitif Di Masa Yang Akan Datang

GRESIK, KANALINDONESIA.COM : Kreativitas siswa UPT SMP Negeri 12 Gresik patut di acungi jempol, betapa tidak, mereka mampu menyulap barang bekas berupa sampah dapat di ubah menjadi kerajinan tangan, tak hanya itu, selain dapat menjadikan kerajinan tangan, hal tersebut juga dapat meminimalisir sampah yang ada di area sekolah, yang dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat.

Kegiatan tersebut adalah wujud implementasi dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Tanah Ikonik dan Sibagas yang memfokuskan pada pemanfaatan sampah organik, non-organik, serta kreasi dari barang bekas.

Kegiatan ini berlangsung di ruangan UPT SMP Negeri 12 Gresik, di Jalan Raya Wringinanom, Desa/Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Jum’at (25/10/2024).

Kepada wartawan, Kepala Sekolah UPT SMP Negeri 12 Gresik, Wahyudi mengapresiasi atas ide-ide kreatif anak didiknya, yang dapat menyulap barang bekas menjadi barang yang bisa dimanfaatkan.

“Kami bangga atas kreasi siswa-siswi UPT SMP Negeri 12 Gresik. Berarti selama mereka mengenyam pendidikan di sekolah ada hasilnya, mereka juga mampu mengaplikasikan pelajaran yang diajarkan oleh guru ke produk yang mempunyai daya jual,” kata dia.

Untuk itu, lanjut Wahyudi, kegiatan yang positif ini harus di dorong, sehingga dapat menghasilkan produk yang lebih maksimal lagi.”Ini merupakan virus dalam kelompok kecil yang harus di tularkan ke semua siswa, sesuai bakatnya masing-masing. Kalau program ini dapat dilaksanakan, Insyaallah, siswa UPT SMP Negeri 12 Gresik kedepan, mempunyai skill yang berdaya saing tinggi, dan siap bekompetitif dengan rekan sebayanya untuk mengukir prestasi di masa yang akan datang,” lanjutnya.

Renata siswa kelas 8, pihaknya menyampaikan merasa senang dapat mengaplikasikan pelajaran dari guru ke sebuah produk yang bermanfaat dan di pamerkan di hadapan teman-temannya.

“Ada kepuasan tersendiri saat bisa menjual karya dari barang bekas, dan hasilnya laku,” ungkapnya.

Renata juga berharap agar pembelajaran P5 berikutnya bisa mengangkat tema yang lebih menarik, sehingga siswa semakin bersemangat dalam mengikuti kegiatan di sekolah.

Ditanya soal kreasi siswa, Nahyul, seorang orang tua siswa mengungkapkan bahwa, kegiatan ini harus di support, agar anak-anak kami setelah lulus nanti menjadi siswa yang mandiri, kreatif dan inovatif.

“Tahun ini sangat meriah, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang cenderung sepi. Banyak anak yang ingin ikut hadir dan meramaikan pameran di kelasnya masing-masing. Hasil karya anak-anak sangat kreatif dan menarik, mungkin karena berasal dari bahan bekas, harganya juga lebih terjangkau. Saya berharap kegiatan ini bisa lebih besar dan meriah di tahun-tahun mendatang,” terangnya. (Irwan_kanalindomesia.com)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita