PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Universitas Muhammadiyah Ponorogo dan Universitas Qomarudin Gresik berhasil meraih Hibah Diktisaintek dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Hibah ini diberikan untuk skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan Ruang Lingkup Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) dalam hal ini melalui KKN Tematik dari Fakultas Teknik.
Kegiatan KKN Tematik ini dilaksanakan di Desa Banjarejo, Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo, dan melibatkan mahasiswa semester 7 dari program studi Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Teknik Informatika. Ketua tim, Ellisia Kumalasari, S.Pd., M.Pd., dosen Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Ponorogo, bersama anggota tim, Dr. Fauzan Masykur, S.T., M.Kom., dosen Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Ponorogo, dan Novi Indah Riani, M.T., dosen Fakultas Teknik Universitas Qomarudin Gresik.
“Kami sangat senang dan bangga dapat lolos hibah Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini, sehingga dapat diterapkan pada KKN Tematik tahun 2025 ini. Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap bisa memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Banjarejo dan meningkatkan kesejahteraan mereka melalui penerapan teknologi yang tepat guna,” ujar Ellisia Kumalasari, S.Pd., M.Pd.

Pelatihan penggunaan mesin pencacah pakan ternak dan alat pengolah kotoran hewan menjadi pupuk organik telah dilaksanakan pada tanggal 4 September 2025 di rumah salah satu peternak sapi dan sekaligus Kamituwo salah satu dusun di Desa Banjarejo.
Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat Desa Banjarejo tentang cara penggunaan mesin pencacah pakan ternak dan alat pengolah kotoran hewan menjadi pupuk organik.
Selain itu, kegiatan KKN Tematik ini juga untuk memberdayakan masyarakat Desa Banjarejo melalui penerapan teknologi tepat guna.
Mahasiswa KKN merancang dan membuat mesin pencacah pakan ternak yang juga dual fungsi sebagai pengolah kotoran hewan menjadi pupuk organik. Mesin pencacah ini berguna untuk mencacah rumput-rumput yang besar-besar sehingga menjadi potongan kecil dan memudahkan hewan ternak untuk memamah makanannya.
“Alat pengolah kotoran hewan ternak berguna untuk mengolah kotoran sapi perah di Desa Banjarejo agar tidak lagi dibuang ke sungai dan mencemari ekosistem sungai, tetapi dikeringkan dan diolah menjadi pupuk organik,”tutur Ellisia.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Banjarejo dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidupnya melalui penerapan teknologi yang tepat guna dan ramah lingkungan. (Tim)

