Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL PONOROGO

​Suara Hati Kiai Kampung, PBNU Harus Islah demi Warga Nahdliyin

​Suara Hati Kiai Kampung, PBNU Harus Islah demi Warga Nahdliyin

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Polemik yang terjadi pada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memantik keprihatinan mendalam bagi para warga Nahdliyin dan tentu para Kiai yang ada di seantero jagad, tak terkecuali di wilayah Wengker (Kabupaten Ponorogo). Atas hal tersebut para Kiai kampung ingin PBNU agar segera Islah.

Hal tersebut disampaikan Gus Abdurachman Syah pengasuh pondok pesantren, Pimpinan Majelis Ta’lim An-najiyah (Manah) Lengkong, Ponorogo, kepada NU Online Jatim, melalui pesan WhaSapp, Sabtu (29/11/2025).

Gus Rachman sapaan akrabnya mengatakan para Kiai kampung yang tergabung dalam Perkipmen (Kiai Pelosok Pembangun Negeri) dan warga Nahdliyin sudah sangat prihatin apa yang terjadi hari ini di tubuh PBNU. Banyak saran dan kritik yang disampaikan para jama’ah dan warga Nahdliyin setempat yang disampaikan kepadanya.

“Diantaranya adalah meminta agar PBNU segera Islah. Kita tidak sedang membela kubu satu atau yang lain,” katanya.

Gus Rohman mengungkap dengan adanya Islah tentu akan bisa mengembalikan kewibawaan NU. Apalagi polemik tersebut menimbulkan banyak keresahan dan mengundang opini-opini liar yang menggerus marwah NU.

“Kami meminta agar PBNU segera islah. Agar NU yang merupakan tempat kami berkhimad kepada simbah Kiai Haji Hasyim Asy’hari dan para Muasis NU bisa berjalan,” ujar Gus Rachman.

Ia menambahkan Islah adalah jalan yang harus ditempuh PBNU agar perbedaan pendapat dan permasalahan intern organisasi tidak menguap luas seperti yang terjadi saat ini. Karena masyarakat menanti suri tauladan dan juga kekramatan NU sebagai organisasi islam terbesar di dunia.

“Sekali lagi, kami tidak mendukung Rais Am Kiai Haji Miftahul Akhyar maupun Gus Yahya ataupun Gus Ipul. Namun kami menginginkan PBNU segera Islah,” pungkasnya.

Sebelumnya pada 20 November 2025 yang lalu muncul surat pemakzulan Gus Yahya dari posisi Ketum PBNU. Kemudian polemik berlanjut dengan pemakzulan Sekertaris Jendral (Sekjend) PBNU Gus Ipul (Syaifullah Yusuf). Kejadian tersebut membuat warga Nahliyin dan Para Kiai Kampung sejagad bereaksi.(Yg)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita