PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Kabupaten Ponorogo mendapat kepercayaan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI untuk menjadi inspirator nasional bagi daerah-daerah yang ingin menuju predikat Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif 2026 serta jejaring UNESCO Creative Cities Network (UCCN).
Kepercayaan ini diraih Ponorogo dalam rangkaian acara bergengsi Creative Cities Connect 2025 yang berlangsung di hadapan puluhan kepala daerah dan para nominasi KaTa Kreatif 2026 dari seluruh Indonesia.
Ponorogo, yang kini resmi menyandang status Kota Kerajinan dan Seni Pertunjukan Dunia dari UNESCO, tampil bersama Kota Malang (Kota Media Arts Dunia) dan Bandung (Kota Desain Dunia).
Ketua Focal Point Ekonomi Kreatif Ponorogo, Veri Setiawan, memaparkan pentingnya kolaborasi dan regulasi dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif. Veri menegaskan bahwa pembangunan ekosistem tidak dapat dipisahkan dari kolaborasi kuat antara pemerintah dan komunitas, serta dukungan regulasi yang tepat.
“Kami mengangkat budaya Reog yang begitu kuat sebagai potensi utama sekaligus penggerak ekonomi kreatif daerah. Kuncinya adalah kolaborasi yang solid antara pemerintah dan komunitas,” ujar Veri Setiawan, Jumat (12/12/2025), di hadapan Tenaga Ahli Madya Kedeputian V Kantor Staf Presiden Cheryl Anelia Tanzil dan puluhan kepala daerah.
Sebagai satu-satunya daerah di Indonesia yang memperoleh dua pengakuan UNESCO sekaligus, Ponorogo terus berupaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan memperluas jejaring kota kreatif, baik nasional maupun internasional. Langkah ini penting untuk menjaga keberlanjutan posisi Ponorogo di jejaring kota kreatif dunia.
Untuk memperluas jejaring, Ponorogo telah membangun komunikasi dengan kota-kota kreatif lainnya.
“Kami membangun komunikasi dengan Kota Ambon sebagai Kota Musik, serta Kota Jinju, Korea Selatan, sebagai Kota Pertunjukan,” jelasnya.
Veri berharap jejaring kota kreatif Indonesia terus berkembang dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kreatif nasional, terutama karena Pemerintah Republik Indonesia kini terlibat aktif dalam pengembangannya.(Tim)

