JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini terkait kemunculan Siklon Tropis GRANT di sekitar wilayah perairan utara Australia dan Bibit Siklon Tropis 96S di Samudra Hindia. Fenomena ini diprediksi memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut di sejumlah wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan.
Siklon Tropis GRANT saat ini terpantau berada di Laut Arafuru dengan kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot dan tekanan udara minimum 994 hPa. BMKG memprakirakan intensitas siklon ini akan meningkat dalam waktu dekat seiring pergerakannya yang menjauhi wilayah Indonesia ke arah barat daya.
Meskipun bergerak menjauh, Siklon GRANT memberikan dampak signifikan berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, BMKG memperingatkan adanya ancaman gelombang tinggi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter di perairan Laut Flores, Laut Banda, dan perairan Kepulauan Kai hingga Aru.
Di saat yang bersamaan, BMKG juga memantau Bibit Siklon Tropis 96S yang terbentuk di Samudra Hindia, sebelah selatan Jawa. Bibit siklon ini memicu peningkatan kecepatan angin di wilayah pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara. Masyarakat yang beraktivitas di sektor kelautan diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi yang dapat mencapai lebih dari 4 meter di Samudra Hindia bagian selatan.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG menegaskan bahwa koordinasi dengan pihak pelayaran dan otoritas pelabuhan terus diperkuat untuk memitigasi risiko kecelakaan laut. Petugas di lapangan saat ini bersiaga memantau pergerakan arah angin yang dapat berubah sewaktu-waktu akibat pengaruh kedua fenomena atmosfer tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir rob dan angin kencang. Warga disarankan untuk terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG guna menghindari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Hingga berita ini diturunkan, pantauan satelit menunjukkan pola konvergensi yang memanjang di wilayah Indonesia bagian selatan, yang memperkuat pertumbuhan awan hujan sebagai dampak dari aktivitas siklon tersebut.

