MALANG, KANALINDONESIA.COM: Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menegakkan keadilan dan menghadirkan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia sebagai amanat utama UUD 1945.
Presiden menyatakan tidak akan mundur setapak pun dalam melawan segala bentuk praktik korupsi dan manipulasi yang merugikan negara.
Penegasan tersebut ia sampaikan dalam sambutannya pada acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, Minggu (08/02/2026).
Presiden Prabowo mengartikan tugas nasional untuk melindungi segenap tumpah darah Indonesia sebagai mandat untuk melindungi hak-hak rakyat. Menurutnya, keadilan dan kemakmuran hanya dapat terwujud apabila pemerintah mengelola kekayaan bangsa secara jujur dan bertanggung jawab.
“Kita tidak boleh ragu-ragu, dan saya serta pemerintah tidak akan ragu-ragu untuk melawan segala bentuk korupsi, penipuan, manipulasi, hingga penggarongan atas kekayaan rakyat Indonesia. Saya tidak akan mundur setapak pun,” tegas Presiden.
Kepala Negara juga menjabarkan langkah nyata yang telah dilakukan pemerintah untuk membuktikan komitmen tersebut, terutama di sektor pangan swasembada beras dimana Indonesia telah mencapai swasembada beras sejak 31 Desember 2025 dengan jumlah cadangan di gudang nasional tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia.
Kemudian target pangan, pemerintah memproyeksikan swasembada jagung dalam waktu dekat dan target swasembada pangan total dalam tiga tahun ke depan.
Untuk harga Pangan, pemerintah bertekad menurunkan harga pangan agar lebih terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sementara untuk distribusi pupuk yaitu memastikan ketersediaan pupuk bagi petani secara adil dan merata.
Selain pangan, pemerintah terus memperluas program perlindungan sosial untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Beberapa poin utama yang menjadi fokus meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai implementasi program untuk pemenuhan gizi rakyat; penyediaan hunian yaitu dengan pembangunan jutaan rumah layak dan terjangkau bagi masyarakat yang membutuhkan; industrialisasi dengam menciptakan lapangan kerja melalui pembangunan industri nasional.
Presiden menutup arahannya dengan menekankan cita-cita besar untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju, di mana seluruh rakyat dapat menikmati kehidupan yang layak dan sejahtera.

