Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL PONOROGO

Jalan Sumoroto-Balong Ponorogo Rusak Viral di Media Sosial

Jalan Sumoroto-Balong Ponorogo Rusak Viral di Media Sosial

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Kerusakan  jalan di wilayah Kabupaten Ponorogo kembali menjadi sorotan tajam publik. Kali ini, ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Sumoroto dengan Kecamatan Balong viral di media sosial setelah sejumlah warga mengunggah potret kerusakan parah yang tak kunjung diperbaiki.

Berdasarkan pantauan di berbagai platform media sosial seperti Facebook dan Instagram pada Rabu (4/3), unggahan mengenai kondisi jalan ini telah dibagikan ratusan kali. Foto-foto yang beredar memperlihatkan badan jalan yang dipenuhi lubang-lubang besar dan dalam. Saat hujan turun, lubang tersebut tergenang air, sehingga menyerupai kubangan yang sangat membahayakan pengendara, terutama sepeda motor.

“Kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Kalau malam minim penerangan, banyak pengendara yang terjebak masuk lubang karena tidak terlihat,” tulis salah satu netizen dalam kolom komentar unggahan viral tersebut.

Kerusakan ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga mulai berdampak pada sektor ekonomi lokal. Para pedagang dan pengangkut barang yang sering melintasi jalur Sumoroto-Balong mengeluhkan biaya perawatan kendaraan yang membengkak akibat sering menghantam jalan rusak.

Selain itu, risiko kecelakaan lalu lintas meningkat drastis. Warga setempat secara swadaya terkadang memberikan tanda darurat menggunakan batang pohon atau ban bekas pada lubang yang paling dalam agar tidak memakan korban jiwa.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) segera mengambil langkah nyata. Warga menuntut adanya perbaikan permanen, bukan sekadar penambalan sementara yang mudah rusak kembali saat terkena air hujan.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih terus menyuarakan aspirasinya di media sosial dengan harapan ada respons cepat dari pemangku kebijakan sebelum kerusakan jalan tersebut memicu kecelakaan yang lebih fatal.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita