PROBOLINGGO, KANALINDONESIA.COM: Kecelakaan hebat melibatkan Kereta Api (KA) Blambangan Ekspres dan sebuah truk gandeng di perlintasan sebidang Desa Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jumat (6/3/2026) dini hari.
Peristiwa ini bermula saat KA Blambangan Ekspres melaju kencang dari arah Stasiun Pasar Senen menuju Stasiun Ketapang. Di saat yang bersamaan, sebuah truk gandeng tengah melintasi rel di pertigaan Desa Jorongan. Akibat palang pintu yang tidak tertutup, benturan keras antara rangkaian kereta dan badan truk tidak terhindarkan.
Pihak kepolisian segera melakukan pemeriksaan intensif terhadap petugas penjaga perlintasan berinisial S, warga Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Kepada penyidik, S mengaku tidak menerima sinyal peringatan kedatangan kereta api karena perangkat komunikasi genggam (handy talky) miliknya mengalami gangguan teknis atau break.
Kasat Lantas Polres Probolinggo, AKP Safiq Judhira Zulkarnaen, mengonfirmasi temuan awal terkait kegagalan sistem komunikasi tersebut saat meninjau langsung lokasi kejadian.
“Petugas penjaga palang pintu memberikan pengakuan sementara bahwa HT miliknya mengalami kendala. Hal ini menyebabkan petugas tidak mampu memonitor maupun memantau pergerakan kereta api yang hendak melintas di titik tersebut,” ujar AKP Safiq.
Saat ini, petugas kepolisian bersama pihak terkait masih melakukan evakuasi di lokasi kejadian untuk menormalisasi jalur kereta api.
Selain memeriksa saksi-saksi, penyidik juga mendalami prosedur standar operasional (SOP) di perlintasan tersebut guna memastikan apakah ada unsur kelalaian lain di luar kerusakan alat komunikasi.
Tidak ada laporan mengenai total kerugian materiil maupun korban jiwa dalam rilis awal ini, namun jadwal perjalanan kereta api di jalur selatan Jawa Timur sempat mengalami keterlambatan.

