PACITAN, KANALINDONESIA.COM: Bagi pemudik Lebaran 1447 H/ 2026 pada H- 8 hingga Hari H idul Fitri, khususnya roda 2 ( sepeda motor ) yang melintasi Jalur Lintas Selatan ( JLS ) antara Kecamatan Kebonagung hingga Soge Kecamatan Ngadirojo, diharap ekstra waspada dengan kondisi jalan berlubang di beberapa titik sepanjang jalur JLS tersebut.
Upaya penanganan kerusakan dari pihak BPJN ( Balai Pelaksanaan Jalan Nasional ) Kabupaten Pacitan, Jawa Timur memang sudah dilakukan penambalan, namun masih ada beberapa ditemukan di sejumlah titik ruas jalan yang masih menyisakan lubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan dan mengakibatkan kecelakaan tunggal.
Seperti halnya disalah satu lokasi yang cukup mencolok berada di jalur lintas selatan yang melintasi Desa Gawang,Kecamatan Kebonagung hingga Soge, Kecamatan Ngadirojo. Tampak lubang tak begitu besar, namun sangat membahayakan bagi pengendara khusunya para pemudik.
Seperti halnya yang beredar di Facebook Medsos, salah satu pengguna jalan yang setiap hari melintasi JLS mengalami kecelakaan tunggal akibat roda sepeda motornya melintasi lobang yang cukup dalam hingga tidak bisa mengendalikan sepeda motornya dan mengalami kecelakaan tunggal.
Sementara KanalIndonesia.com akan meminta klarifikasi terkait jalan berlobang di Jalur Lintas Selatan ( JLS ) Kabupaten Pacitan, kata salah satu staf nya mengatakan, bahwa Alif Setyo Ismoyo PPK Jatim BPJN Nasional JlS Kabupaten Pacitan belum bisa ditemui, karena baru ada tamu,” katanya. Pada Kamis 12/3/2026.
Pada kesempatan hari itu juga, Kapolres Pacitan Ayub Diponegoro Azhar usai gelar operasi ketupat 2026 menyampaikan, terkait jalan atur arus mudik lebaran 1447 Hijrah, kami Polres bersama Pemkab dan PU Propinsi maupun PU BPJN nasional sudah berkoordinasi, utamanya jalan berlubang disepanjang arus mudik.
” Jika masih ada beberapa jalan yang berlubang, nanti kami akan berkoordinasi lagi. Agar para pemudik nyaman serta aman dalam perjalanan, dan tidak ada hal hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan tunggal lagi, ” ujarnya.
Kapolres menambahkan, untuk puncak arus mudik diperkirakan H-3 lebaran 1447 Hijrah. Dan untuk rekayasa pengalihan jalanjuga akan kami lakukan pada titik-titik rawan kemacepatan, seperti pasar Tulakan, pasar Tegalombo, pasar Ngadirojo dan titik wisata pantai klayar.
” diharapkan bagi para pemudik jika lelah dalam perjalanan di harapkan beristirahat sejenak di pos Pantau Lebaran mudik 2026 yang telah kami sediakan di beberapa titik sepanjang jalur arus mudik antar propinsi dan antar Kecamatan,” ungkap Kapolres.
Yang lebih lagi, warga Pacitan yang akan bepergian sekeluarga keluar kota, diharap menitipkan rumah ke tetangga terdekat untuk bisa membantu mengawasinya, begitu juga waspada dalam perjalanan dan selalu mentaati peraturan lali lintas, ” pungkasnya. ( Bc )

