Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL MAGETAN

Satgas MBG Magetan Temukan Sejumlah Masalah Dalam Penyelanggaraan MBG

Satgas MBG Magetan Temukan Sejumlah Masalah Dalam Penyelanggaraan MBG

MAGETAN,KANALINDONESIA.COM: Seringnya muncul berita berisi kritikan soal MBG di Magetan, nampaknya memang wajar. Terbukti, Satgas Penyelenggaraan Program MBG Magetan mencatat ada 8 permasalahan. Yakni, jumlah titik SPPG melebihi kuota yang di tetapkan, higienis,kualitas makanan kurang bagus, terjadi kasus keracunan makanan di indikasikan karena mengkonsumsi MBG, harga bahan pangan sering menimbulkan kegaduhan di ruang publik, ada indikasi pengajuan pembayaran/klaim harga satuan bahan pangan diatas HET dan harga riil pasar lokal, pemanfaatan bahan pangan lokal belum maksimal, data supplier tiap SPPG belum di sampaikan ke satgas, dan koordinasi kepala SPPG dengan jajaran Pemda, kecamatan, desa/kelurahan kurang baik(pasif).

Temuan ini diungkapkan Sekretaris Satgas Penyelenggaraan Program MBG Magetan, Saif Muchlissun. Dalam acara Rakor Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Magetan bersama Wakil bupati Magetan, Dinas Kesehatan, Dinas Dikpora, Dinas LHP, Dinas Perindag, Dinas PUPR, Korkab MBG Magetan, yayasan dan mitra penyelenggara MBG di ruang rapat Ki Mageti Pemkab Magetan, Jumat (13/3/2026).

” Ada delapan item tersebut yang menjadi perhatian kami. Oleh karena itu kami mengundang bapak ibu sekalian untuk membahas masalah tersebut,” terang Saif Muchlissun.

Wakil bupati Magetan Suyatni Priasmoro yang memimpin rakor tersebut, meminta masalah tersebut benar benar di perhatikan. Mengingat MBG ini adalah program nasional. Apalagi di Magetan, akhir akhir ini sering muncul berita yang kurang baik soal MBG.

” Contohnya kemarin kasus di Lembeyan soal keracunan dan makanan yang tidak layak konsumsi. Ini yang harus diperhatikan agar tidak terulang lagi. Meskipun setelah ditelusuri tidak jelas di mana kejadiannya. Tahu tahu muncul di medsos,” ungkap Suyatni.

Oleh sebab itu, kita hadirkan pihak terkait dalam rakor ini agar setiap permasalahan bisa di urai dan di selesaikan secara jelas, tambahnya.

Suyatni juga meminta agar para pengelola dapur SPPG di kumpulkan. Guna mengetahui sejauh mana proses masaknya hingga pendistribusiannya ke sekolah sekolah. Hal ini sangat penting karena merekalah yang menangani langsung menu makanan yang di bagikan.

” Saya minta pihak dapur juga dikumpulkan. Ini penting, karena mereka kan yang masak. Paling tidak setelah lebaran dikumpulkan,” tandas Suyatni. (Arif)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita