BANGKALAN, KANALINDONESIA.COM: Guna meminimalisir penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi terjadinya krisis energi. Akibat situasi global yang terkait dengan konflik di kawasan Timur Tengah. Pemkab. Bangkalan imbau dan mendorong para Apratur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Gunakan sepeda engkal (gayung) ketempat kerja (OPD) masing – masing.
Hal tersebut disampaikan Wabup Bangkalan, Moh. Fauzan Jakfar saat mewakili Bupati Bangkalan memimpin apel pagi pertama bagi ASN dan PPPK usai menikmati libur bersama Idul Fitri 1447.H. Bertempat dihalaman kantor Pemkab. Bangkalan-Jatim, Rabu, (25/3/2026). Sempat dipertanyakan oleh berbagai kalangan. Apakah cukup epektif imbauan tersebut atau hanya sebatas euforia semata?
“Patut dipertanyakan sejauh mana imbauan itu akan ditaati oleh para ASN dan PPPK, ” ujar Iwan warga Kelurahan Pejagan Bangkalan.
Mari kita bicara jujur- jujuran, lanjut Iwan, bagaimana setelah para ASN itu pulang kantor, apakah imbauan agar menggunakan sepeda pancal itu masih berlaku? Bagaimana dengan aktifitas mereka dan keluarganya diluar jam dinas. Apakah mau mengunakan sepeda pancal? Bagaimana dengan ASN dan Camat yang jarak rumah dengan kantornya puluhan kilo meter? Apakah mereka mau naik sepeda pancal ketempat kerjanya?
“Rasanya sulit untuk mendapat jawaban yang sesungguhnya, ” ucap Iwan sambil mengeleng – gelengkan kepalanya.
Saran saya, imbuh Iwan, sebaiknya kalau hanya imbauan naik sepeda gayung sebatas etok – etok (pura – pura dan bersifat normatif) ketempat kerja. Perlu dikaji ulang secara mendalam imbauan tersebut.
“Satu – satunya cara yang paling epektif bagi ASN dan PPPK dalam membatasi penggunaan BBM ketempat kerjanya. Adalah diberlakukannya WFH dan WFA,” pungkasnya.

