TEHERAN, KANALINDONESIA.COM: Ketegangan di Timur Tengah mulai mereda setelah Iran dan Amerika Serikat menyepakati gencatan senjata bersyarat selama dua minggu mulai Rabu (08/04). Kesepakatan strategis ini mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz dan penghentian serangan militer antar kedua negara.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengonfirmasi bahwa Teheran menyetujui gencatan senjata asalkan seluruh serangan terhadap Iran berhenti.
Ia memastikan jalur pelayaran di Selat Hormuz akan kembali aman melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melalui platform *Truth Social* menyatakan kesediaannya untuk menangguhkan pemboman terhadap Iran. Trump menegaskan bahwa gencatan senjata dua arah ini berlaku dengan syarat utama pembukaan Selat Hormuz secara menyeluruh dan segera.
“Kami menyetujui gencatan senjata sementara ini karena militer AS telah mencapai dan melampaui seluruh target di lapangan,” ujar Trump. Ia juga menambahkan bahwa periode dua minggu ini menjadi momentum krusial untuk memfinalisasi kesepakatan perdamaian jangka panjang di kawasan tersebut.
Pemerintah Iran mengajukan 10 butir persyaratan sebagai basis negosiasi yang kini sedang dipertimbangkan oleh AS dan Israel. Beberapa poin utama dalam usulan tersebut meliputi:
* Penghentian total perang di Irak, Lebanon, dan Yaman.
* Pencabutan seluruh sanksi ekonomi terhadap Iran.
* Pembayaran kompensasi biaya rekonstruksi kepada pihak Iran.
* Pembebasan aset-aset Iran yang dibekukan oleh Amerika Serikat.
* Komitmen Iran untuk tidak mengupayakan kepemilikan senjata nuklir.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) menjadwalkan perundingan lanjutan di Islamabad, Pakistan, dalam waktu maksimal 15 hari untuk meresmikan rincian kesepakatan tersebut.
Pengumuman gencatan senjata ini langsung berdampak signifikan pada pasar global. Harga minyak mentah dunia anjlok tajam; minyak Brent turun 5,8% menjadi US$103,42 per barel, sementara minyak mentah AS melemah hampir 8,5% ke level US$103,25 per barel.
Di sisi lain, pemerintah Israel menyatakan dukungannya terhadap keputusan Presiden Trump untuk menghentikan serangan selama dua pekan. Namun, Israel memberi catatan bahwa gencatan senjata ini tidak mencakup wilayah Lebanon. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, juga mendapat apresiasi dari Trump atas perannya sebagai mediator yang membantu tercapainya kesepakatan diplomatik ini. (Tim)

