Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BATU

Isu Penutupan Mikutopia Dipastikan Hoaks, Kuasa Hukum Sampaikan Satpol PP Tidak Ada Penyegelan

Isu Penutupan Mikutopia Dipastikan Hoaks, Kuasa Hukum Sampaikan Satpol PP Tidak Ada Penyegelan

BATU, KANALINDONESIA.COM: Riuh kabar penutupan wisata Mikutopia yang sempat beredar luas akhirnya dipatahkan. Informasi yang menyebut adanya penyegelan oleh Satpol PP Kota Batu dipastikan tidak benar alias hoaks.

Kepastian ini disampaikan pihak kuasa hukum pengelola, Haitsam Nuril Brantas Anarki, usai melakukan penelusuran langsung terhadap isu yang berkembang di tengah masyarakat.

“Tidak ada penyegelan. Informasi itu tidak berdasar dan sangat merugikan,” tegasnya, Kamis (09/04).

Menurutnya, kabar liar tersebut bukan hanya berdampak pada citra pengelola, namun juga mulai mengganggu arus kunjungan wisata.

Sejumlah calon pengunjung dikabarkan menunda bahkan membatalkan agenda berlibur.

Padahal, denyut ekonomi warga sekitar sangat bergantung pada ramainya aktivitas wisata di kawasan tersebut.

Mulai dari pedagang kaki lima, penjual makanan, hingga pelaku UMKM ikut menggantungkan harapan dari kunjungan wisatawan.

“Yang terdampak bukan hanya pengelola, tapi masyarakat kecil juga,” ujarnya.

Di sisi lain, terkait perizinan, pihak Mikutopia menegaskan bahwa proses administratif masih berjalan sesuai ketentuan. Sebagian izin telah dikantongi, sementara sisanya dalam tahap penyelesaian.

“Semua berproses. Tidak benar jika disebut tidak memiliki izin sama sekali,” tambahnya.

Untuk memastikan kebenaran informasi, tim hukum juga telah berkoordinasi langsung dengan Satpol PP Kota Batu.

Hasilnya, tidak ditemukan adanya rencana tindakan penyegelan seperti yang ramai diperbincangkan.

Dengan adanya klarifikasi ini, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, serta tidak mudah percaya pada kabar yang belum terverifikasi.

Keberlangsungan sektor wisata, kata dia, bukan hanya soal destinasi, tapi juga menyangkut roda ekonomi warga yang ikut bergantung di dalamnya. (Bowo)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita