MAGETAN, KANALINDONESIA.COM: Fasilitas di area Sirkuit Suryo , Parang Magetan bakal semakin meningkat. Dikarenakan tahun ini Dinas Dikpora ( Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga menerima dana bantuan sebesar 10 Milyar dari pemrop Jawa Timur. Dana tersebut digunakan untuk
pembangunan sejumlah fasilitas prioritas penyempurnaan Sirkuit Suryo.
Suhardi, Kepala Dikpora Magetan mengatakan, bantuan tersebut sebelumnya telah diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat pembukaan Kejuaraan Road Race Gubernur Cup sekaligus peresmian nama Sirkuit Suryo pekan lalu.
“ Anggaran kemarin sudah diberikan secara simbolis. Secara surat, kami masih menunggu, karena informasinya akan diberikan BKK dari Pemprov Jatim sebesar Rp 10 miliar,” terang Suhardi.
Pemkab Magetan dalam hal ini, Dikpora dijadwalkan melakukan paparan di tingkat Propinsi Jawa Timur pada hari ini, Kamis 9 April 2026. Paparan tersebut bertujuan untuk menjelaskan secara rinci rencana penggunaan anggaran bantuan tersebut.
“ Kami akan memaparkan di rapat propinsi terkait anggaran BKK itu akan digunakan untuk apa saja,” ujarnya.
Suhardi menjelaskan, pihaknya telah menghimpun berbagai masukan untuk penyempurnaan fasilitas sirkuit. Masukan tersebut berasal dari Ikatan Motor Indonesia (IMI), manajemen pembalap Mario Suryo Aji, serta perangkat daerah terkait.
Salah satunya yang menjadi perhatian adalah penambahan area paddock. Saat ini, fasilitas paddock dinilai masih terbatas dibandingkan dengan jumlah kendaraan dan kru yang terlibat dalam setiap event.
“ Paddock memang masih kurang banyak, sementara kendaraan dan kru cukup banyak. Kemungkinan nanti dibuat semi permanen karena keterbatasan lahan,” jelasnya.
Lalu, perbaikan tikungan terakhir lintasan juga menjadi fokus utama. Kondisi tikungan tersebut dinilai cukup berisiko, tambahnya.
“ Di tikungan terakhir itu agak bergelombang. Menurut saya itu yang paling berbahaya. Rencananya akan kita lapis lagi dengan aspal yang standar,” ungkap Suhardi.
Fasilitas lain juga masuk dalam rencana pengembangan. Seperti, pembangunan tribun VIP di sisi barat dan timur, pagar keliling sirkuit, pintu gerbang utama, serta ruang race control yang dilengkapi monitor dan kamera pemantau.
Sedangkan untuk pembangunan pintu gerbang utama, Dikpora Magetan membuka peluang dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak ketiga, seperti sektor perbankan.
“ Kalau pintu gerbang mungkin bisa kita arahkan lewat CSR, misalnya dari Bank Jatim, karena nilainya tidak terlalu besar,” terang Suhardi.
Saat ini, proses perencanaan terus berjalan sambil menunggu realisasi bantuan dari Pemprop Jawa Timur. Dikpora Magetan optimistis bantuan tersebut dapat segera direalisasikan setelah paparan dilakukan.
“Kalau propinsi sudah meminta paparan, artinya sudah ada sinyal positif. Tinggal kita pastikan mana yang paling mendesak dan paling bermanfaat untuk segera diutamakan,” tutup Suhardi. (Arif)

