Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL PONOROGO

Hujan Deras Guyur Ponorogo, Jembatan Utama Desa Tempuran- Sriti Putus Total

Hujan Deras Guyur Ponorogo, Jembatan Utama Desa Tempuran- Sriti Putus Total

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM:  Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, mengakibatkan jembatan utama di Dukuh Krajan, Desa Tempuran, putus total pada Rabu (15/4/2026). Bencana alam ini memutus akses langsung yang menghubungkan Desa Tempuran dengan Desa Sriti.

Bencana ini bermula pada Selasa malam (14/4/2026) sekitar pukul 19.25 WIB. Wilayah Kecamatan Sawoo dan sekitarnya dilanda hujan lebat dalam durasi yang cukup lama. Tingginya curah hujan menyebabkan debit air sungai meningkat drastis dan mengalir sangat deras.

Puncaknya, pada Rabu pagi pukul 09.00 WIB, fondasi jembatan tidak kuat menahan terjangan banjir hingga mengakibatkan struktur bangunan jembatan di RT 03 RW 02 Dukuh Krajan tersebut terputus sepenuhnya.

Laporan dari lokasi kejadian mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa (nihil) dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materiil berupa kerusakan total jembatan utama sangat berdampak pada mobilitas warga.

“Jembatan ini merupakan akses vital bagi masyarakat Desa Tempuran dan Desa Sriti untuk aktivitas ekonomi dan sosial sehari-hari,”ucap Kapolsek Sawoo, AKP Tutut Ariyanto.

Merespons kejadian tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Tempuran segera berkoordinasi dengan perangkat desa setempat, termasuk  dengan Babinsa dan BPBD Kabupaten Ponorogo, serta intansi terkait lainya untuk melakukan peninjauan langsung di lokasi.

Sebagai langkah antisipasi dan demi keamanan warga, petugas di lapangan telah memasang tanda bahaya di sekitar lokasi jembatan yang putus.

Pengalihan arus lalu lintas ke jalur poros PU. Meski rute ini memiliki jarak tempuh yang lebih jauh, jalur tersebut merupakan satu-satunya alternatif yang aman untuk saat ini.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana serupa, mengingat cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi di wilayah Kabupaten Ponorogo.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita