PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Aksi Solidaritas dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, hingga saat ini masih turus mengalir di berbagai Daerah. Salah satunya, di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Sejumlah Tokoh Ulama bersama ratusan massa sarungan, turun jalan menggelar aksi konvoi keliling kota Pamekasan sebagai bentuk kepeduliannya membela Palestina pada Jumat sore (17/04/2026).
Aksi Konvoi bela Palestina yang digelar sejumlah tokoh ulama bersama ratusan massa sarungan yang mengatasnamakan dirinya “Reng Bukalagen” itu, mengambil start dari area Monumen Arek Lancor jantung Kota Pamekasan, kemudian keliling kota setempat dan melakukan finish di depan kantor Bupati Pamekasan.
Dengan cara berorasi secara bergantian, aksi konvoi bela Palestina tersebut berlangsung pada pukul 14:00 wib dan berakhir sekitar pukul 15:00 Wib. Mereka, menyerukan pentingnya melakukan aksi nyata membela Palestina dengan memberikan dukungan moril serta berdoa bersama untuk keselamatan masyarakat Muslim di Palestina yang digempur oleh Zionis Israel.
“Kita tidak diam ketika saudara-saudara kita di Palestina dibombardir oleh zionis Israel. Aksi ini sebagai bentuk dukungan moril kita dengan cara gelar aksi konvoi dan berdoa bersama serta menyurukan kepada masyarakat kaum muslimin untuk berjuang bersama Palestina,” Ujar Ustadz Munawwir, satu orator aksi konvoi. Jumat, (17/04/2026).
Aksi konvoi peduli palestina yang berlangsung tertib tersebut, di kawal ketat dari aparat kepolisian Mapolres Pamekasan.
“Kami sampaikan terima kasih kepada pihak berwajib, Polres Pamekasan beserta seluruh jajarannya yang telah mengawal kami dengan sangat luar biasa. Semoga perjuangan bapak-bapak polisi dalam menjaga aksi bela Palestina ini dicatat sebagai amal ibadah,” ujar KH. Abdul Azis. Salah satu tokoh ulama aksi konvoi.
Aksi damai dalam rangka mendoakan masyarakat Palestina agar mereka segera merdeka dari perang tersebut, kemudian ditutup dengan pembacaan doa bersama dan takbir. Mereka berharap, bentuk dukungan moril dan bantuan kemanusiaan kepada Warga Palestina terus mengalir agar meraka bisa keluar dari masalah tekanan internasional.

