Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BANGKALAN

Kebocoran Pajak di Bangkalan Bukan Hanya Disebabkan Ketidaktaatan Pelaku Usaha Tetapi Ada Faktor X Lainya

Kebocoran Pajak di Bangkalan Bukan Hanya Disebabkan Ketidaktaatan Pelaku Usaha Tetapi Ada Faktor X Lainya

BANGKALAN, KANALINDONESIA.COM: Inspeksi mendadak (sidak) Wabup Bangkalan, Fauzan Jakfar didampingi Kepala Bapenda Bangkalan, Akhmad Ahadiyan Hamid akrab dipanggil Diet ke beberapa Rumah Makan yang ada di Kabupaten Bangkalan – Jatim sebagai wajib pajak, kemarin, Senin, (20/04/2026) sempat mengejutkan publik.

Karena diketahui 4 rumah makan besar di Bangkalan tidak taat membayar pajak dengan total kebocoran diperkirakan mencapai Rp. 500 juta. Termasuk tapping box sengaja tidak digunakan dan baru dipasang ketika Wabup Bangkalan sidak kelapangan.

Lantas, apakah kebocoran pajak jumlahnya segitu?, belum menjamin sebab kebocoran pemasukan pajak bisa lebih besar akibat faktor x. Kata seorang pensiunan yang wanti – wanti namanya tidak dicantumkan.Saat diajak bincang – bincang oleh awak media KI.COM.

Dia memberi saran sebaiknya dalam menangani masalah kebocoran pajak, pihak Bappenda Bangkalan tidak hanya fokus terhadap para wajib pajak saja. Perlu melakukan langkah antisipasi dan konsolidasi kedalam sebagai tindak pendeteksian dini.

Sebab berdasarkan pengalamanya semasa masih aktif sebagai ASN. Selentingan pernah dengar dari rasan – rasan disebutkan bahwa kebocoran pajak bisa juga akibat faktor x. Karena ada dugaan orang dalam ikut bermain mata dengan para wajib pajak lainya. Ini bisa terjadi karena pengawasan melekat terlalu longgar sehingga membuka peluang bermain api.

Ini bukan fitnah apalagi menuduh tanpa dasar, lanjutnya, karena butuh pembuktian hitam di atas putih. L nih – lebih kasusnya juga belum pernah mencuat kepermukaan dan hanya sebatas kasak – kusuk. Disisi lain, masukan ini hanya sebagai saran juga sebagai bentuk tindakan prefentif dari pihak Bappenda Bangkalan.

“Agar tidak sampai kecolongan tangan – tangan jahil yang menggerogoti dari dalam, ” ujarnya, Selasa, 21 April 2026.

Sementara itu Kepala Bappenda Bangkalan, Akhmad Ahadian Hamid saat dikonfirmasi ke kantornya, tidak ada. Begitu juga ketika ditelepun (dihubungi) lewat nomer HP- nya, tidak diangkat. Entah karena sibuk atau sengaja tidak diangkat HP-nya. Cuma yang sempat saya denger, tidak semua awak media diterima oleh Diet dan suka pilih – pilih wartawan.

“Bapak lagi keluar, ” ucap penjaga kantor Bappenda, Dofir, singkat.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita