Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL TUBAN

Buruh FSPMI Tuban Lakukan Aksi, Ajukan 5 Tuntutan ke Bupati

Buruh FSPMI Tuban Lakukan Aksi, Ajukan 5 Tuntutan ke Bupati

TUBAN, KANALINDONESIA.COM: Sebanyak 1.122 buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Tuban menggelar aksi di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Tuban, Jumat (1/5/2026) pukul 10.00 WIB.

Sebelum bergerak ke lokasi aksi, massa terlebih dahulu berkumpul di Lapangan Desa Temandang, Kecamatan Merakurak.

Dalam aksi tersebut, buruh menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah daerah. Di antaranya optimalisasi fasilitas Rumah Singgah di Surabaya bagi warga Tuban yang menjalani pengobatan rawat jalan serta pemenuhan jaminan kesehatan bagi 2,9 persen penduduk Tuban yang belum ter-cover BPJS.

Selain itu, massa juga mengajukan tuntutan di bidang pendidikan, yakni kuota lima persen bagi anak buruh dalam seleksi penerimaan siswa baru di sekolah negeri serta penyaluran lebih dari 2.000 bantuan seragam sekolah bagi anak dari keluarga tidak mampu. Buruh juga meminta adanya agenda pertemuan rutin setiap tiga bulan antara buruh, pemerintah, dan perusahaan untuk mitigasi konflik ketenagakerjaan.

Ketua FSPMI Tuban, Duraji, menyatakan bahwa lima tuntutan tersebut bertujuan memastikan buruh dan masyarakat tidak terabaikan dalam layanan dasar.

“Lima poin isu yang kami angkat ini sepenuhnya bisa dikabulkan oleh Bupati. Kami ingin memastikan tidak ada warga, khususnya kaum buruh, yang tercecer dalam hal layanan dasar,” ujarnya usai aksi.

Menanggapi aksi tersebut, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menemui langsung massa aksi. Ia menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan.

Untuk program Rumah Singgah, Pemkab Tuban berencana meningkatkan mutu layanan dengan menyiapkan petugas pendamping guna membantu proses administrasi hingga pengaturan rujukan ke rumah sakit di Surabaya. Di bidang pendidikan, kuota afirmasi lima persen dipastikan tetap berjalan, termasuk pengajuan data BNBA bagi siswa SMA agar anak buruh memperoleh prioritas.

“Mengenai jaminan kesehatan, dari 1,3 juta penduduk, tinggal 2,9 persen saja yang tersisa. Ini akan kita kawal hingga tuntas masuk dalam program BPJS,” ujar Lindra.

Bupati muda tersebut juga menyampaikan apresiasi atas jalannya aksi yang berlangsung tertib, di mana para buruh dinilai mengedepankan dialog dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah.

“Terima kasih kepada teman-teman buruh. Hari ini Tuban memberikan contoh baik bahwa aspirasi bisa diperjuangkan dengan cara yang elegan. Dialog adalah jalan terbaik untuk membangun daerah kita tercinta,” pungkasnya. (Najib)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita