PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Seorang remaja berusia 14 tahun bernama Abimanyu secara mengejutkan selamat setelah jatuh ke dalam sumur tua sedalam 28 meter. Peristiwa menegangkan ini terjadi di Dukuh Tenggang, Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, pada Minggu pagi (7/6/2026).
Meski terjun bebas dari ketinggian 28 meter, korban tidak mengalami luka serius. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban dalam kondisi sadar penuh setelah melalui proses penyelamatan yang dramatis selama satu jam.
Peristiwa bermula saat Abimanyu sedang bermain di area dapur rumah pamannya. Di area tersebut, terdapat sebuah sumur tua berdiameter sempit (kurang dari 1 meter) yang sedang dalam proses perbaikan.
Korban tidak menyadari bahwa penutup sementara sumur tersebut hanya berupa lembaran fiber. Saat Abimanyu menginjaknya, lembaran fiber itu langsung jebol karena tidak kuat menahan beban tubuhnya. Korban pun langsung terperosok ke dasar sumur yang gelap.
Melihat kejadian tersebut, warga yang panik segera menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo.
Jatuh dari kedalaman puluhan meter biasanya berakibat fatal. Namun, Abimanyu justru hanya mengalami luka lecet di bagian lengan. Komandan Regu B Damkar Satpol PP Ponorogo, Frengky, menjelaskan bahwa tingginya volume air di dalam sumur menjadi faktor utama yang menyelamatkan nyawa korban.
“Kondisi kaki tidak ada masalah, korban dalam kondisi sadar. Untungnya sumur tersebut masih cukup banyak airnya, sehingga ketika korban terjatuh, kakinya tertahan air di dasar sumur,” ungkap Frengky.
Air yang menggenang tersebut berfungsi sebagai bantalan (bumper) alami. Genangan air ini meredam benturan keras saat tubuh Abimanyu menghantam dasar sumur.
Tim SAR gabungan harus berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan korban. Proses evakuasi berjalan sangat menegangkan karena petugas menghadapi medan yang ekstrem.
Petugas harus menurunkan peralatan penyelamatan secara ekstra hati-hati agar tidak melukai korban yang berada di bawah.
“Proses evakuasi tidak mudah karena sumur cukup dalam dan sempit. Namun, menggunakan peralatan yang ada dan kerja keras tim, korban akhirnya berhasil dievakuasi dengan selamat,” tambah Frengky.
Setelah satu jam berjuang, tim SAR berhasil mengangkat Abimanyu ke permukaan. Isak tangis haru dari pihak keluarga langsung pecah di lokasi kejadian. Untuk memastikan kondisi kesehatannya dan memulihkan trauma, petugas langsung melarikan Abimanyu ke rumah sakit terdekat.

