SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali berkiprah di tingkat internasional. Kampus teknik terbesar di Indonesia Timur itu, dipercaya menjadi tuan rumah The 26th Meeting of COMSATS Coordinating Council yang berlangsung Senin (8/6/2026) hingga Rabu (10/6/2026) di Surabaya.
Forum internasional tersebut mempertemukan delegasi dari 27 negara anggota COMSATS, untuk membahas pemanfaatan teknologi mutakhir dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Tahun ini, tema yang diangkat adalah Emerging Technologies for Sustainable Development.
Dalam sambutannya, Rektor ITS Prof Bambang Pramujati mengatakan, kepercayaan menjadi tuan rumah merupakan momentum penting bagi Indonesia, untuk memperkuat posisi dalam diplomasi sains global.
“Sebagai satu-satunya perguruan tinggi Indonesia yang tergabung dalam jaringan COMSATS, ITS ingin memperluas kolaborasi riset dan pengembangan teknologi lintas negara,” ujarnya.
“Kami ingin memperkuat kerja sama penelitian dan berbagi solusi nyata bagi negara-negara berkembang melalui pemanfaatan teknologi,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif COMSATS Dr Mohammad Nafees Zakaria menegaskan, bahwa investasi di bidang riset dan pengembangan menjadi kunci kemajuan negara berkembang.
“Perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), bioteknologi, nanoteknologi, hingga komputasi kuantum, harus dimanfaatkan secara bersama untuk menjawab berbagai tantangan global,” tuturnya.
“Untuk itu, negara-negara anggota perlu berbagi pengetahuan dan mengembangkan teknologi bersama agar bisa maju secara kolektif,” tambahnya.
Forum ini juga membahas berbagai agenda strategis organisasi, mulai evaluasi program 2024–2026, laporan capaian 25 pusat keunggulan, hingga penyusunan kepemimpinan baru COMSATS.
Sejumlah inisiatif penting seperti pengembangan laboratorium nanoteknologi berstandar internasional, program kendaraan listrik, dan penguatan dana abadi penelitian, turut menjadi pembahasan utama.
Selain sidang koordinasi, ITS juga akan menggelar COMSATS–ITS Conference yang menghadirkan akademisi, peneliti, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara.
“Melalui forum ini, kami berharap kolaborasi internasional yang terjalin dapat mempercepat hilirisasi inovasi, memperkuat ekosistem riset global, serta melahirkan solusi teknologi yang berdampak bagi masyarakat dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs),” pungkas Prof Bambang. ANto

