Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BANGKALAN

Kadis KBP3A Bangkalan : Kejadian Paling Menonjol Tahun 2026 Adalah Kasus Persetubuhan Mencapai 10 Persen

Kadis KBP3A Bangkalan : Kejadian Paling Menonjol Tahun 2026 Adalah Kasus Persetubuhan Mencapai 10 Persen

BANGKALAN.KANALINDONESIA.COM:Miris sekaligus mencengangkan mendengar laporan Kepala Dinas Keluarga Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kadis KBP3A) Kabupaten Bangkalan – Jatim, Sudiyo yang akrab dipanggil pak Yoyok . Disebutkan bahwa kejadian yang paling menonjol hingga Juni 2026 di Kabupaten Bangkalan adalah kasus persetubuhan anak dibawah umur, disusul kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan kekerasan atau penganiayaan terhadap anak. Hal tersebut disampaikan Yoyok pada
acara Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus di Bangkalan pada tahun 2026 yang digelar di Hotel Rose Bangkalan, Rabu, (10/6/2026).

“Kejadian yang paling menonjol dan ngetrend hingga Juni 2026 ini adalah kasus persetubuhan anak dibawah umur, KDRT dan kekerasan terhadap anak, terlihat beriringan,”terangnya.

Itu sebabnya perlu saya sampaikan, lanjut Yoyok, tujuan acara pelatihan manajemen dan penanganan kasus sangat penting, khususnya kepada para peserta. Sehingga kalau suatu saat menjumpai kejadian dilapangan seperti pengaduan dari masyarakat terkait dengan KDRT, kekerasan maupun persetubuhan anak dibawah umur.

Petugas dilapangan langsung gercep dan satset memprosesnya. Mulai dari asesment, pelayanan selama 24 jam, pemeriksaan oleh penyidik yang berhubungan dengan kepentingan untuk visum et revertum serta pendampingan sampai kerumah dan terselesaikan dengan baik.

“Tahun ini kasus persetubuhan anak dibawah umur paling banyak, diatas 10 persen. Kalau dirata-rata antara 6 – 34 kasus, perkasusnya sekitar 12 persen. Sedangkan kasus KDRT paling banyak tahun 2024 silam,” ujarnya.

Saat ditanya awak media, apakah angka prosentase kasus KDRT, kekerasan dan persetubuhan itu dijamin kevalidanya. Masih menurut Yoyok, belum bisa menggambarkan kondisi sesungguhnya. Karena masih banyak masyarakat yang enggan melapor, takut dan lain sebagainya.

“Maka dari itu, ini menjadi tugas kita bersama dan para peserta pelatihan. Sebab selain penataan kasus juga mengedukasi bagaimana masyarakat melakukan tindakan segera melapor kejadian yang menimpa keluarganya maupun pribadinya,” kata Yoyok.

Sementara itu, sambutan sekaligus membuka acara pelatihan oleh Sekretaris Daerah Bangkalan yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Bangkalan, Anang HP. Mengatakan bahwa pelatihan management dan penanganan kasus ini, cukup bagus. Sebab jika dilihat dari sudut penangananya, bersifat mulai dimensi. Banyak unsur yang dilibatkan dan pendekatanya dari semua lini. Contohnya Kepala Desa yang nota bene penguasa wilayah setempat dan APN. Mereka sangat membantu dalam menangani kasus yang terjadi.

“Ini sudah klop cara penangananya, ” puji mantan Kepala DLH Bangkalan tersebut.

Untuk diketahui, acara Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus di Bangkalan ini mengundang 60 peserta. Terdiri dari para Kepala Desa, Camat se – Bangkalan, Pemerhati Perempuan dan Anak, Mahasiswa, HMI, PMII dan lainya. Nara Sumber dari Dinsos Jatim, Jumali.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita