SURABAYA, KANALINDONESIA.COM : Grand City Convex Surabaya mendadak riuh oleh aroma kopi, roti segar, dan gelato. Gelaran akbar Eastfood Indonesia 2026 resmi dimulai hari ini, Kamis (18/6).
Menginjak usia penyelenggaraan yang ke-16, pameran ini bukan lagi sekadar tempat pamer produk, melainkan inkubator inovasi tempat bertemunya para pionir, perajin rasa, dan pelaku bisnis kuliner dari berbagai penjuru.
Jika tahun-tahun sebelumnya pameran kemasan selalu mengekor di ruang yang sama, kali ini penyelenggara mengambil langkah berani. Fokus Eastfood sengaja dimurnikan sepenuhnya untuk industri makanan, minuman, dan bahan baku. Sementara itu, urusan pengemasan dialihkan ke pameran Allpack Surabaya 2026 yang baru akan menyusul pada awal Juli mendatang.
Dari Kreativitas Rasa hingga Transaksi Antarnegara
Daya tarik utama tahun ini terletak pada bagaimana tradisi lokal dikawinkan dengan keahlian internasional. Salah satu agenda yang paling dinanti adalah master class pizza, di mana seorang chef asli Italia ditantang untuk meracik pizza dengan cita rasa otentik Nusantara.
Selain edukasi rasa lewat workshop kopi, barista, bakery, dan gelato, pameran ini menjadi jembatan konkret bagi puluhan UMKM Jawa Timur untuk naik kelas. Melalui program Hosted Buyer, pelaku usaha lokal dihadapkan langsung dengan jaringan pembeli internasional, termasuk delegasi bisnis dari Malaysia.
Daud Salim, Direktur Krista Exhibitions, menegaskan bahwa ekosistem yang terbentuk selama pameran ini mencakup seluruh rantai nilai mamin.
“Targetnya pun tidak main-main; sebanyak 20 ribu pengunjung diproyeksikan akan memadati area pameran selama empat hari ke depan hingga Minggu (21/6),” tutur Daud Salim
Magnet Pertumbuhan Ekonomi
Dukungan penuh juga mengalir dari srikandi dan pimpinan ekonomi daerah.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Dr. Endy Alim Abdi Nusa, menyatakan bahwa sektor pengolahan mamin adalah motor penggerak utama di balik kokohnya pertumbuhan ekonomi Jatim yang menyentuh 5,96% di triwulan I 2026.
Hal tersebut diperkuat oleh optimisme Ketua Umum GAPMMI, Adhi S. Lukman. Di tengah dinamika global yang tidak menentu, industri mamin nasional justru menunjukkan ototnya dengan tumbuh perkasa di angka 7,04% pada kuartal pertama tahun ini.
“Melalui inovasi dan kolaborasi di pameran ini, kita berharap pelaku industri dapat berbagi teknologi dan ide baru untuk terus tumbuh,” tutur Adhi.
Surabaya menjadi titik krusial dalam peta rangkaian pameran Krista Exhibitions tahun ini. Setelah sukses memikat publik Yogyakarta dan kini giliran Surabaya, estafet pameran mamin ini akan berlanjut ke Interfood Bali pada September nanti, sebelum akhirnya mencapai puncaknya di NICE Convention Center, Tangerang. (SNT)

