BANGKALAN,KANALINDONESIA.COM:Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan – Jatim, menurut pendapat sejumlah masyarakat kota Bangkalan yang ditemui dan dimintai pendapatnya oleh awak media KI.COM. Menilai BPBD Bangkalan membagongkan (membingungkan). Pasalnya pada musim hujan, air dibuang – buang percuma tapi pada saat musim kemarau ekstrim, sibuk cari air untuk didroping (disalurkan) ke wilayah (desa – desa di beberapa kecamatan) yang terdampak kekeringan akut.
“Dulu, waktu almarhum KH. Fuad Amin jadi Bupati 2 priode (2003-2013). Pemkab. Bangkalan pernah membuat embung (waduk kecil) di wilayah Kecamatan Konang untuk menampung air hujan. Saya kurang tahu, apakah sekarang ini embung tersebut masih berfungsi atau tidak,” tanya salah satu pensiunan ASN Bangkalan yang tidak mau namanya ditulis, Kamis, (18/6/2026).
Sementara itu, dari lhasil konfirmasi dengan Kepala BPBD Bangkalan melalui Kabid. Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangkalan, Arif Rahman Surya Atmaja. Dia sempat tersenyum saat dibilang BPBD membagongkan. Karena kalau dilihat dengan mata telanjang, sulit untuk dibantah dan kenyataanya memang begitu.
“Itu hanya guyonan kecil ditengah masyarakat, ” ucapnya ringan.
Terkait persiapan BPBD menghadapi peralihan cuaca dari musim hujan ke kemarau ekstrim. Pihaknya tengah mempersiapkan berbagai skenario kejadian luar biasa dan menangani sebagaimana yang telah dilakukan pada tahun – tahun sebelumnya. Contohnya seperti bantuan air bersih untuk didroping ke wilayah terdampak kekeringan di beberapa kecamatan di Kabupaten Bangkalan.

