JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil membalikkan arah dengan membuka perdagangan di zona hijau pada Senin pagi (29/6/2026). Langkah ini mengakhiri tekanan berat yang melanda indeks sepanjang pekan lalu.
Data perdagangan hingga pukul 09.00 WIB menunjukkan IHSG menguat sebesar 41,26 poin atau 0,70 persen ke level 5.937,39. Pada awal sesi, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 5.942,77 dan level terendah di 5.931,38. Penguatan pagi ini sekaligus memperbaiki posisi indeks setelah menutup pekan lalu dengan koreksi 1,72 persen ke level 5.896.
Mayoritas sektor saham yang bergerak di zona hijau menopang penguatan IHSG pagi ini. Sektor keuangan menjadi pendorong utama pasar setelah mencatat kenaikan signifikan sebesar 2,68 persen. Kenaikan sektor ini bertumpu pada pergerakan saham perbankan raksasa, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA); PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI); PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI); PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
Emiten produsen bahan baku dan komoditas juga mendorong sektor bahan baku naik 1,14 persen. Sementara itu, pergerakan saham batu bara dan migas mengerek sektor energi menguat 0,84 persen.
Beberapa sektor lain yang turut menguat tipis meliputi sektor kesehatan (0,39%), infrastruktur (0,35%), teknologi (0,26%), properti (0,22%), barang konsumsi nonprimer (0,10%), dan barang konsumsi primer (0,04%). Sebaliknya, hanya dua sektor yang melemah, yaitu sektor transportasi yang merosot 1,12 persen dan sektor industri yang turun tipis 0,02 persen.
Aktivitas transaksi awal mencatat volume sebesar 2,31 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp149,51 miliar dari 31 ribu kali frekuensi perdagangan.
PT Capital Finance Indonesia Tbk (CASA) memimpin jajaran saham peraih kenaikan terbesar (top gainers) setelah melonjak 21,88 persen ke level Rp2.200. Mengekor di belakangnya, PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) naik 13,98 persen ke Rp106, dan PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) naik 13,25 persen ke Rp188. Selanjutnya, saham PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) menguat 10,86 persen ke Rp388, serta PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) naik 10 persen ke level Rp99.
Pada sisi sebaliknya, PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) memimpin saham yang mengalami penurunan terdalam (top losers) setelah anjlok 14,56 persen ke level Rp135. PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) menyusul dengan pelemahan 13,23 persen ke Rp328, dan PT Super Energy Tbk (SURE) merosot 13,13 persen ke Rp2.910. Dua saham lain yang tertekan adalah PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) yang turun 12,57 persen ke Rp1.460, serta PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) yang terkoreksi 11,72 persen ke level Rp113.
Meskipun indeks menguat, investor asing terpantau masih membayangi pasar dengan aksi jual bersih (net foreign sell). Investor asing membukukan nilai pembelian sebesar Rp4,96 triliun, sementara nilai penjualan mereka mencapai Rp5,49 triliun. Hal ini menghasilkan net foreign sell sebesar Rp537,25 miliar di seluruh pasar, dengan Rp302,24 miliar di antaranya terjadi di pasar reguler.
Secara teknikal, MNC Sekuritas menilai IHSG sebenarnya masih berada dalam fase koreksi. Melalui riset hariannya, MNC Sekuritas menjelaskan bahwa indeks telah mencapai target koreksi minimum setelah merosot 4,55 persen sepanjang pekan lalu. Saat ini, pergerakan indeks diperkirakan masih menjadi bagian dari gelombang (b) dari wave [iv].

