Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL SURABAYA

Seragam Bekas Jadi Berkelas, Kolaborasi PDS dan UMKM Surabaya

Seragam Bekas Jadi Berkelas, Kolaborasi PDS dan UMKM Surabaya

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM : Alih-alih menjadi limbah tekstil, ratusan seragam bekas milik PT Pelindo Daya Sejahtera (PDS) kini bertransformasi menjadi produk bernilai guna. Melalui tangan kreatif anggota UMKM Jahit “Dadi Juara”, material tak terpakai tersebut berhasil disulap menjadi 300 dompet eksklusif yang siap dijadikan souvenir perusahaan. Senin (29/06).

Inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen PDS dalam menerapkan prinsip ekonomi sirkular sekaligus memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Selain mendukung keberlanjutan lingkungan, proyek ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi para ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok UMKM tersebut.

Proses pengerjaan dilakukan oleh UMKM Jahit Dadi Juara yang berlokasi di Jalan Perak
Barat No. 263, Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya. Kelompok usaha
yang berdiri sejak 2023 tersebut beranggotakan 14 orang, dengan delapan anggota terlibat langsung dalam pengerjaan pesanan dari PDS. Seluruh anggota yang terlibat merupakan ibu-ibu yang tinggal di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Sebelum diolah, seluruh seragam terlebih dahulu dicuci dan dibersihkan, kemudian
dipilah berdasarkan kondisi bahan yang masih layak digunakan. Setelah itu, kain
dipotong, didesain ulang, dan dijahit kembali menjadi dompet dengan desain yang
berbeda-beda sesuai karakter bahan yang tersedia.

Tantangan terbesar dalam proses tersebut justru terletak pada tahap pemilahan
material. Tidak semua bagian seragam dapat digunakan kembali sehingga diperlukan
ketelitian untuk menentukan bagian yang masih layak sekaligus memadukannya dengan material pendukung lainnya.

Menariknya, dompet yang diproduksi juga menggunakan
sentuhan batik tulis yang berasal dari kelompok disabilitas. Material tersebut kemudian dipadukan dengan potongan seragam bekas untuk menghasilkan produk dengan tampilan yang lebih beragam.

Pembina UMKM Jahit Dadi Juara, Ida Nurdiana, mengatakan bahwa proses pengerjaan pesanan tersebut memberikan pengalaman yang berbeda dibanding produksi pada umumnya.

“Biasanya kami mengerjakan produk dari bahan baru yang sudah seragam. Pada pesanan ini, kami harus lebih teliti dalam menentukan bagian-bagian kain yang masih layak digunakan dan mengombinasikannya dengan material lain. Bagi kami
proses ini menjadi pengalaman baru yang menambah keterampilan sekaligus wawasan dalam mengolah bahan daur ulang,” ujarnya.

Selain memberikan pengalaman baru, pesanan tersebut juga memberikan dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh para anggota kelompok.

Menurut Ida, kepercayaan yang diberikan PDS menjadi dorongan positif bagi keberlangsungan usaha
mereka sekaligus membuka peluang bagi anggota untuk terus mengembangkan
keterampilan produksi yang dimiliki.

Sekretaris Perusahaan PDS, Bayu Widyafrasta, mengatakan bahwa nilai utama dari
program ini tidak hanya terletak pada produk yang dihasilkan, tetapi juga pada kolaborasi yang terbentuk selama proses pengerjaan.

“Tidak semua seragam yang sudah tidak digunakan harus berakhir menjadi limbah. Melalui program ini, kami mencoba memanfaatkan kembali material yang masih layak menjadi produk baru yang memiliki nilai guna. Dalam prosesnya, kami juga menggunakan batik tulis dari kelompok disabilitas sebagai material pendukung. Kami berharap model seperti ini dapat menciptakan dampak yang lebih luas karena manfaatnya dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat dalam satu rangkaian kegiatan,” ujar Bayu.

Pemanfaatan kembali seragam bekas menjadi souvenir perusahaan ini merupakan
bagian dari komitmen PDS dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan
Lingkungan (TJSL) yang tidak hanya berfokus pada aspek sosial, tetapi juga
memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Dengan melibatkan UMKM di wilayah ring 1 perusahaan, program ini diharapkan dapat membuka ruang pemberdayaan yang lebih
dekat dengan kebutuhan masyarakat sekitar.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita