SURABAYA, KANALINDONESIA.COM : Industri pengemasan dan kecantikan di Jawa Timur memasuki babak baru. Krista Exhibitions Group secara resmi membuka gelaran pameran Business-to-Business (B2B) skala internasional, ALLPACK Surabaya 2026 (EastPack Surabaya) dan East Beauty Pack Expo 2026. Berlangsung di Grand City Convention Hall, Surabaya, pameran ini dijadwalkan hadir selama empat hari penuh, mulai 1 hingga 4 Juli 2026.
Ada yang berbeda pada perhelatan tahun ini. Untuk pertama kalinya, ALLPACK Surabaya dan East Beauty Pack Expo diselenggarakan secara mandiri—terpisah dari EastFood Indonesia (IIFEX) yang biasanya menjadi agenda pendamping. Pemisahan ini merupakan jawaban atas melonjaknya antusiasme pasar serta pesatnya pertumbuhan industri pengemasan, plastik, kosmetik, dan farmasi di kawasan Indonesia Timur.
Pameran tahun ini sukses menggaet lebih dari 120 eksibitor, termasuk di antaranya 10 pelaku UMKM unggulan. Mereka memamerkan teknologi pemrosesan mamin, farmasi, logistik, hingga rantai pasok. Sementara itu, East Beauty Pack Expo fokus menyajikan inovasi hulu ke hilir industri kecantikan, mulai dari bahan baku, mesin produksi kosmetik, hingga kemasan estetik untuk produk personal care.
Chief Executive Officer Krista Exhibitions, Daud D. Salim, menegaskan optimisnya terhadap potensi Surabaya sebagai pusat perdagangan strategis. “Kami ingin menghadirkan peluang kolaborasi yang lebih luas. Pameran ini bukan sekadar tempat jualan mesin, melainkan momentum mempercepat adopsi teknologi agar dunia usaha kita semakin naik kelas dan berdaya saing global,” ujar Daud.
Selain pameran fisik, para pengunjung bisa menyerap ilmu baru lewat serangkaian seminar bergengsi, seperti:
Kemenperin: Indonesian Good Design Selection (Peran Kemasan pada IKM).
Indonesian Packaging Federation (IPF): Building Circular Packaging Ecosystems.
Kementerian UMKM: HOC BARISTA (Pentingnya Kemasan untuk UMKM Kopi).
GAPMMI, GIATPI, PMMC, & GP Farmasi: Diskusi regulasi mamin, rantai pasok tenun plastik, hingga audit industri farmasi.
Tidak ketinggalan, ada program Business Matching dan Hosted Buyer Program yang dirancang khusus untuk mempertemukan para pengusaha dengan investor serta pembeli potensial dari dalam dan luar negeri guna memicu peluang ekspor.
Hadir membuka acara, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya hilirisasi melalui konsep ekonomi yang selalu ia gaungkan sejak tahun 1990-an: “Petik, Olah, Kemas, Jual.”
Khofifah menyayangkan masih banyaknya hasil tani dan laut dari Jawa Timur seperti di Malang Selatan yang terpaksa dijual murah dalam bentuk mentah akibat keterbatasan rantai pasok dan teknologi penyimpanan.
“Kalau ekosistem petik, olah, kemas, jual ini bisa tersambung dengan baik, nilai tambah yang diterima petani maupun nelayan akan meningkat secara signifikan. Kadang kita membeli ‘udara’ karena isinya sedikit tapi kemasannya sangat bagus. Itulah kekuatan packaging yang mampu menyihir konsumen,” seloroh Khofifah disambut tawa hadirin.
Ia juga mengapresiasi gerak cepat Kementerian Perindustrian yang membuka posko konsultasi desain kemasan gratis bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di pameran ini, dan berharap komitmen serupa terus diperluas oleh jajaran pemprov.(SNT)

