Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BANGKALAN

Lomba Dayung Tradisional, Kearifan Lokal yang Dilestarikan Oleh Nelayan Bangkalan

Lomba Dayung Tradisional, Kearifan Lokal yang Dilestarikan Oleh Nelayan Bangkalan

BANGKALAN, KANALINDONESIA.COM : Lomba dayung tradisional yang digelar rutin setiap tahun sekali merupakan kearifan lokal yang tetap dilestarikan oleh masyarakat nelayan di Desa Gebang Kecamatan Bangkalan – Kabupaten Bangkalan – Jatim. Selain itu, lomba dayung yang digelar di pantai Desa Gebang adalah dalam rangka memeriahkan acara “Sedekah Bumi – Rokat Tase’. Hal itu disampaikan Kepala Desa (Kelebun) Desa Gebang, Syaiful, Selasa, (14/7/2026).

Menurut penjelasanya, tujuan lomba dayung ini juga untuk mempererat silaturahmi antar nelayan se – Kecamatan Bangkalan. Sedangkan pesertanya dibabak awal, cukup membeludak. Namun panitia membatasi perharinya cuma 24 peserta.

“Lomba dayung tradisional yang berlangsung mulai hari ini hingga 3 hari kedepan (14-17 Juli 2026). Tiap hari dibatasi hanya 24 peserta karena terbentur arus pasang surut air laut,” terang Kelebun Syaiful.

Bun Syaiful menjelaskan bahwa 1 perahu diisi 2 pedayung mengarungi lintasan lomba sepanjang 125 meter. Siapa yang paling dulu menyentuh garis finish dinyatakan sebagai pemenang. Kemudian usai babak awal dilaksanakan akan dilanjutkan dengan babak penyisihan dan terakhir menuju babak final.

“Juara 1,2 dan 3 akan menerima hadiah uang tunai dan barang elektronik, ” ujarnya.

Sementara itu, puncaknya nanti adalah pada acara Rokat Tase’ Sedekah Laut atau Petik Laut akan diselenggarakan pada Minggu, (19/7/2026) dimeriahkan dengan lomba perahu hias.

“Lomba perahu hias yang diikuti seluruh nelayan, akan dimulai pukul 6.00 pagi, ” pungkas Kelebun Syaiful. (sy)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita