TUBAN, KANALINDONESIA.COM: Upaya penyatuan kembali umat Klenteng Kwan Sing Bio Tuban mencapai titik temu. Sejumlah tokoh dan perwakilan umat menandatangani 11 poin kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari satu dekade, Senin (20/7/2026).
Penandatanganan kesepakatan berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB. Sejumlah tokoh hadir dalam agenda tersebut, di antaranya Alim Sugiantoro, Go Tjong Ping, Akong, serta Ketua LBH KP Ronggolawe Tuban, Nunuk Fauziyah.
Sebanyak 112 umat Klenteng Kwan Sing Bio diwakili oleh 10 orang dalam penandatanganan dokumen perdamaian tersebut.
Kesepakatan yang ditandatangani memuat 11 pasal. Isinya mencakup komitmen menjaga persatuan umat, penyelesaian persoalan melalui musyawarah, larangan memicu perselisihan, hingga ketentuan penutup.
Tokoh Klenteng Kwan Sing Bio, Alim Sugiantoro, mengatakan perdamaian menjadi langkah penting untuk mengakhiri perbedaan yang selama ini terjadi.
“Hari ini spesial, memang saya khusus datang dan menghendaki umat bisa rukun dan bersatu kembali. Intinya saya berusaha menyatukan semua umat agar tenang dan tidak ada perbedaan pendapat. Kalaupun ada, bisa dibicarakan baik-baik tanpa perseteruan,” jelasnya.
Menurut Alim, seluruh pihak menerima agenda perdamaian tersebut. Karena itu, proses penandatanganan berjalan lancar tanpa adanya penolakan dari pihak mana pun.
Pembahasan mengenai kepengurusan selanjutnya akan dilakukan setelah proses perdamaian ini disepakati bersama.
Komitmen serupa juga disampaikan Go Tjong Ping. Dalam kesempatan itu, ia menyatakan mencabut gugatan yang sebelumnya diajukan terhadap Alim Sugiantoro.
“Demi perdamaian selamanya, siang ini saya buktikan dengan mencabut gugatan saya terhadap Pak Alim demi mendukung kerukunan umat. Saya juga berterima kasih kepada Pak Alim dan Pak Akong yang sudah menjembatani momentum ini,” tegasnya.
Sejalan dengan tercapainya kesepakatan tersebut, peringatan HUT Kongco Kwan Sing Tee Koen ke-1866 dipastikan akan dilaksanakan dengan satu kepanitiaan.
Sebelumnya, persiapan peringatan hari besar itu sempat berjalan melalui dua kelompok yang berbeda akibat konflik internal yang berkepanjangan.
“Acara ulang tahun Kongco dipastikan berjalan lancar dengan satu panitia yang sudah bergabung. Untuk kepengurusan selanjutnya, saya serahkan sepenuhnya kepada Pak Alim untuk mengatur,” pungkasnya.
Sebagai informasi, konflik di Klenteng Kwan Sing Bio mulai mencuat sekitar 2012-2013. Perselisihan bermula setelah berakhirnya masa jabatan pengurus lama yang kemudian memunculkan dualisme kepengurusan dan perbedaan pandangan di internal klenteng. (Najib)

