MOJOKERTO, KANALINDONESIA.COM : Teh herbal kumis kucing Herbaroso diperkenalkan kepada masyarakat melalui kegiatan edukasi di Warung Galengan Sawah, Desa Kwatu, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Minggu (9/8/2026).
Kehadiran Herbaroso di Warung Galengan Sawah menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat produk teh herbal berbahan tanaman kumis kucing. Selain memperkenalkan produk, tim Herbaroso juga memberikan penjelasan mengenai pemanfaatan tanaman herbal lokal sebagai minuman.
Salah seorang pengunjung, Marni (67), warga Mojosari, mengaku penasaran setelah melihat produk teh herbal kumis kucing Herbaroso. Ia kemudian menanyakan manfaat yang ditawarkan dari produk tersebut.
“Khasiatnya untuk apa saja, Mas? Soalnya baru pertama kalinya saya tahu produk herbal seperti ini,” ujar Marni.
Edukasi Herbaroso disampaikan langsung oleh tiga pendirinya, yakni Herwanto, Bambang Sutejo, dan Imam Suroso. Mereka secara bergantian menjelaskan mengenai produk teh herbal kumis kucing sekaligus mengenalkan pemanfaatan tanaman kumis kucing yang selama ini dikenal masyarakat sebagai salah satu tanaman herbal.
Herwanto mengatakan, kehadiran Herbaroso di tengah kegiatan masyarakat tidak hanya bertujuan memperkenalkan produk, tetapi juga memberikan edukasi agar masyarakat semakin mengenal tanaman herbal lokal.
“Herbaroso ingin tidak hanya dikenal sebagai produk herbal, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi masyarakat tentang pemanfaatan tanaman herbal lokal. Kami ingin bertemu dan berdialog langsung dengan masyarakat,” katanya.
Menurut Herwanto, tanaman kumis kucing memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi minuman herbal. Melalui Herbaroso, tanaman tersebut diolah dan dikemas dalam bentuk teh herbal yang lebih praktis untuk dinikmati masyarakat.
Untuk memberikan pengalaman langsung, Herbaroso menyediakan seduhan teh kumis kucing yang dapat dicicipi pengunjung Warung Galengan Sawah. Pengunjung juga dapat memperoleh informasi mengenai produk secara langsung dari tim Herbaroso.
Kegiatan tersebut mendapat perhatian dari sejumlah ibu yang hadir di lokasi. Mereka tampak antusias mengikuti penjelasan dan mencicipi seduhan teh kumis kucing Herbaroso.
Yuni Astutik, warga Mojosari, mengaku tertarik setelah mendapatkan penjelasan mengenai produk tersebut. Ia bahkan membeli teh herbal kumis kucing Herbaroso setelah mengikuti edukasi.
“Saya tertarik setelah mendapatkan penjelasan langsung. Hari ini bisa melihat produknya dan mendapatkan edukasi mengenai teh kumis kucing Herbaroso,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Suliya, warga Kecamatan Tarik. Ia mengaku sebelumnya pernah mengonsumsi teh herbal berbahan kumis kucing yang dibelinya secara daring.
“Sebelumnya saya pernah membeli teh herbal kumis kucing secara online. Hari ini saya bisa melihat langsung produknya dan mendapatkan penjelasan langsung dari Herbaroso,” katanya.
Selain memperkenalkan teh herbal, Herbaroso juga menyediakan pemeriksaan tekanan darah secara gratis bagi pengunjung. Layanan tersebut mendapat perhatian dari masyarakat yang berada di Warung Galengan Sawah.
Pendiri Herbaroso, Bambang Sutejo, mengatakan pengembangan produk herbal lokal membutuhkan edukasi dan keterlibatan masyarakat. Tanaman yang tumbuh di lingkungan sekitar, menurutnya, dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi apabila dikelola secara baik.
“Yang kami dorong bukan hanya produknya, tetapi bagaimana masyarakat bisa melihat potensi tanaman herbal yang ada di lingkungan sekitar dan mengembangkannya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.
Sementara itu, Imam Suroso menambahkan, kegiatan bertemu langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam pengembangan Herbaroso. Selain memperkenalkan produk, pihaknya juga dapat mendengar langsung tanggapan dan masukan dari konsumen.

