Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL PEMALANG

Outlet Miras HWG di Pantura Diduga Masih Beroperasi Diam-Diam, Warga dan DPR-RI Geram

Outlet Miras HWG di Pantura Diduga Masih Beroperasi Diam-Diam, Warga dan DPR-RI Geram

PEMALANG, KANALINDONESIA.COM : Dugaan praktik penjualan minuman beralkohol secara sembunyi-sembunyi di kawasan Pantura Comal–Ampelgading, Kabupaten Pemalang, kembali memantik keresahan. Outlet 23 HWG yang sebelumnya menjadi sorotan warga diduga masih menjalankan aktivitas penjualan meski dari luar terlihat seperti tutup.

Kondisi tersebut membuat warga, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga organisasi kemasyarakatan Islam geram. Mereka mempertanyakan keseriusan pengawasan aparat, terutama setelah sebelumnya dilakukan penertiban terhadap dua lokasi prostitusi di Desa Ujunggede, Kecamatan Ampelgading.

Pantauan di lapangan selama sepekan terakhir menunjukkan aktivitas di sekitar gerai cenderung tertutup. Pintu gerbang utama disebut kerap setengah tertutup bahkan ditutup rapat pada waktu tertentu. Namun, dugaan transaksi tetap berlangsung dengan modus pembeli mengetuk pintu samping secara bergantian.

Warga menduga pola tersebut sengaja digunakan untuk menghindari pantauan petugas.

“Dari luar kelihatan tutup dan lampu dipadamkan separuh, tapi kendaraan pembeli yang keluar-masuk masih sering terlihat lewat jalan tikus di sebelah ruko,” ungkap seorang warga berinisial SV (30).

Dugaan aktivitas terselubung tersebut bahkan mendapat perhatian serius Anggota DPR-RI dari Fraksi PKS, Rizal Bawazier.

Rizal mengaku telah mengambil langkah dengan melayangkan surat kepada Kapolres Pemalang dengan tembusan kepada Bupati Pemalang dan Kepala Satpol PP. Ia meminta Outlet HWG tersebut ditutup apabila terbukti melanggar ketentuan yang berlaku.

“Saya sudah tulis surat ke Kapolres, tembusan ke Bupati dan Kepala Satpol PP Pemalang untuk tutup itu Outlet HWG. Saya akan turun langsung ke sana dalam waktu dekat ini. Jangan sampai belum ditutup,” tegas Rizal, Sabtu (15/8/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan Outlet HWG tidak lagi sekadar menjadi keluhan warga, tetapi telah menjadi perhatian wakil rakyat di tingkat nasional.

Warga pun mendesak Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ampelgading bersama Satpol PP Kabupaten Pemalang tidak tinggal diam. Mereka meminta dilakukan inspeksi mendadak untuk memastikan apakah outlet tersebut benar-benar berhenti beroperasi atau justru masih menjalankan penjualan secara tersembunyi.

Jika nantinya ditemukan adanya aktivitas penjualan tanpa izin atau pelanggaran terhadap ketentuan usaha dan ketertiban umum, warga meminta aparat tidak sekadar memberikan teguran, tetapi mengambil tindakan tegas sesuai aturan.

“Kalau memang masih beroperasi, jangan dibiarkan. Aparat harus turun dan membuktikan sendiri,” desak warga.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola Outlet 23 HWG belum memberikan keterangan maupun klarifikasi terkait dugaan aktivitas penjualan secara sembunyi-sembunyi tersebut.

Kini, perhatian publik tertuju kepada aparat penegak perda dan kepolisian. Apakah Outlet HWG benar-benar tutup, atau hanya mematikan lampu dan menutup pintu depan sementara aktivitas penjualan tetap berjalan dari belakang? Sidak dan pemeriksaan langsung di lapangan menjadi penting untuk menjawab dugaan tersebut secara terang-benderang.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita