LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM: Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Lamongan, Muhammad Mukhlisin, melayangkan kecaman keras terhadap tindakan Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN).
Ia menilai Ketua PAN, Zulkifli Hasan yang kini menjabat Menteri Koperasi kerap mengeksploitasi identitas warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyin) demi kepentingan politik elektoral.
”Di sini saya selaku Ketua PC GP Ansor Lamongan mengecam atas eksploitasi salah satu partai politik, dalam hal ini PAN, yang ke mana-mana mengampanyekan sebagai Partai Anak Nahdliyin,” ujar Mukhlisin.
Mukhlisin menyoroti ketimpangan antara narasi politik yang dibangun partai tersebut dengan realitas kebijakan yang diterima oleh warga maupun kader NU di lapangan.
Menurutnya, klaim kedekatan PAN terhadap warga Nahdliyin tidak sejalan dengan kebijakan yang diterbitkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
Ia mencontohkan kebijakan terkait pemindahan atau relokasi pendamping desa yang dinilainya merugikan kader Ansor.
Banyak dari pendamping desa berbasis kader Ansor yang ditempatkan di wilayah tugas jauh dari domisili maupun lokasi kerja sebelumnya.
”Kebijakan-kebijakan yang diambil, terutama pada Kementerian Desa terkait dengan beberapa pendamping desa yang notabene berasal dari teman-teman Ansor, itu kurang adil. Banyak dari teman-teman Ansor ini direlokasi tempat tugasnya yang jauh dari tempat kerja sebelumnya maupun tempat domisilinya,” tuturnya.
Atas kondisi tersebut, Mukhlisin meminta agar identitas dan komoditas Nahdliyin tidak lagi dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis jika tidak diimbangi dengan kebijakan yang berpihak pada warga NU.
”Kami minta jangan lagi menjual komoditas Nahdliyin sebagai urusan politik yang notabene berbanding terbalik dengan kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak kepada kader-kader NU maupun warga Nahdliyin,” kata Mukhlisin.

