Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BANGKALAN

Peran Dispusip Bangkalan : Antara Harapan dan Realita

Peran Dispusip Bangkalan : Antara Harapan dan Realita

BANGKALAN,KANALINDONESIA.COM: Pembangunan kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Bangkalan – Jatim berlantai 3 (tiga) dan berlokasi di Jalan Pertahanan 129A Kelurahan Bancaran Kabupaten Bangkalan – Jatim. Diketahui luasnya mencapai 8.850 m2 dan luas bangunan sekitar 2.172m2. Menelan anggaran milyaran rupiah dan pagar keliling yang sedang dikerjakan menghabiskan dana sebesar 600 juta lebih tersebut.

Pemkab. Bangkalan berharap nantinya bisa memberi tempat yang lebih representatif dan kenyamanan terhadap para pengunjung. Baik itu masyarakat, siswa maupun mahasiswa yang tengah mencari refrensi dan lain sebagainya. Peran Dispusif Bangkalan dalam menambah minat baca dan kunjungan masyarakat semakin berkembang. Seperti yang disampaikan Kabid. P3KM (Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca) Dispusip Bangkalan, Christine Sri Hayati, Selasa, 22 September 2026.

Menurut pengakuanya, sejak menempati kantor Dispusip yang baru, jumlah pengunjung, baik itu masyarakat maupun pelajar dan mahasiswa terus bertambah. Termasuk sosialisasi terus digalakan lewat media sosial maupun taman bacaan melalui kunjungan ke sekolah – sekolah hingga ke pelosok desa di Kabupaten Bangkalan dengan menggunakan mobil perpustakaan berjalan juga semakin diintensifkan.

“Kami berharap peran Dispusif Bangkalan dalam menggairahkan minat baca dan menambah ilmu pengetahuan masyarakat, siswa dan mahasiswa terus bergerak maju,” terang Kabid. P3KM Dispusip Bangkalan, Christin Sri Hartati.

Sementara itu, dari hasil wawancara awak media KI.COM dengan masyarakat yang diambil secara acak. Seperti Iwan dari Kelurahan Demangan Kecamatan Kota Bangkalan. Mengatakan lokasi kantor Dispusif terlalu jauh dari kota Bangkalan. Tidak hanya itu, dengan adanya telepun seluler (HP) yang mampu menyajikan berbagai informasi yang dibutuhkan masyatakat.

“Dispusip harus bisa menyikapi dan mencari cara bagaimana kegemaran membaca masyarakat tetap terjaga, ” usul Iwan.

Sedangkan salah satu pelajar SMPN 1 Bangkalan, Rani mengeluhkan tempat Taman Bacaan Dispusip yang berada di lantai 2 terlalu tinggi. Apalagi harus melewati jalan naik berkelok dengan berjalan kaki.

“Capek pak, kalau naiknya pakai lift sih, nggak apa-, ” curhat Rani sambil tersipu malu. (sy).

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita